LANGIT7.ID-Jakarta; Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa secara mendadak dinilai berpotensi menekan pasar keuangan. Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah berpotensi melemah pada pembukaan perdagangan besok.
Ibrahim menilai reshuffle yang terjadi secara tiba-tiba dapat meningkatkan ketidakpastian fiskal dan memicu kekhawatiran investor asing terhadap kesinambungan kebijakan anggaran pemerintah.
“Faktor pemicu yang paling utama itu adalah ketidakpastian fiskal,” kata Ibrahim kepada wartawan, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, pergantian Purbaya menjadi sorotan karena sebelumnya terdapat sejumlah perubahan dalam kebijakan anggaran. Ibrahim menyebut perubahan defisit anggaran dari 2,68 persen menjadi 2,86 persen.
Selain itu, terdapat perubahan asumsi harga minyak mentah dari 70 menjadi 80. Perubahan-perubahan tersebut dinilai cukup signifikan bagi arah kebijakan fiskal pemerintah.
Ibrahim mengatakan kondisi tersebut membuat pelaku pasar, terutama investor asing, mempertanyakan kesinambungan kebijakan anggaran setelah pergantian Menteri Keuangan.
“Jadi dari 2,68% defisit anggaran menjadi 2,86%. Ya kemudian minyak mentah pun juga dari 70 berubah menjadi 80. Ada perubahan-perubahan yang signifikan,” ujarnya.
Ibrahim juga menyoroti sikap Purbaya terhadap kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, Purbaya sempat mengkritik kebijakan tersebut dan menginginkan anggarannya diturunkan.
Ia menilai persoalan anggaran MBG berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga agar defisit anggaran tidak semakin melebar. Ibrahim menyebut anggaran MBG perlu berada di bawah Rp200 triliun untuk menahan pelebaran defisit.
“Untuk menahan agar defisit anggaran ini tidak melebar berarti MBG ini harus di bawah 200 triliun,” kata Ibrahim.
Menurut Ibrahim, persoalan tersebut berpotensi berkaitan dengan kepentingan politik yang kemudian memengaruhi posisi Purbaya.
Ia juga menilai Purbaya memiliki banyak pihak yang berseberangan setelah melakukan upaya bersih-bersih di Kementerian Keuangan, termasuk di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.
“Di Indonesia sangat sulit sekali kalau ada seorang menteri yang bersih. Ya itu pasti banyak musuhnya,” ujar Ibrahim.
Ibrahim menyebut kondisi serupa menurutnya pernah terlihat pada Noel. Ia menilai seorang pejabat yang berupaya menjaga kebersihan dari kepentingan tertentu akan menghadapi banyak pihak yang tidak menyukainya.
Dari sisi pasar, Ibrahim menilai pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan belum tentu mencerminkan tekanan yang akan terjadi pada perdagangan berikutnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Direshuffle Saat Hadiri Raker, Posisinya Digantikan Suahasil NazaraMenurut dia, pasar berpotensi kembali mengalami tekanan ketika perdagangan dibuka pada pagi hari. Pelemahan tersebut diperkirakan dapat terjadi bersamaan dengan pergerakan rupiah.
“Kalau mengatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan sekarang ditutup sedikit lebih bagus ya pelemahannya, ya karena apa? Karena penutupan, bisa saja besok dalam pembukaan pasar di pagi, pagi besok kemungkinan besar akan mengalami pelemahan bersamaan dengan mata uang Rupiah,” katanya.
(lam)