LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu)
Suahasil Nazara mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong pembiayaan kredit bagi UMKM. Peran itu terlihat saat OJK menggelar acara 'International Seminar on Promoting Digital Finance Inclusian for Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) Through the Use of Credit Scoring di Nusa Dua, Bali, pada Jumat (17/3) lalu.
"Pertumbuhan
kredit adalah salah satu poin kunci. Kami ingin semakin banyak orang Indonesia terlibat dalam perekonomian dengan cara mendapatkan kredit untuk mengakses kredit dari lembaga keuangan," kata Suahasil dalam keterangannya, dikutip Sabtu (18/3/2023).
Wamenkeu turut mendukung langkah
OJK dalam menciptakan sinergi antara Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) dan Innovative Credit Scoring (ICS). Hal tersebut untuk memperluas informasi kinerja debitur yang bisa meningkatkan pembiayaan kredit, khususnya bagi UMKM.
Baca Juga: Peluang dan Tantangan Bisnis Syariah bagi Generasi Muda Islam"Kita ingin memikirkan bagaimana
credit scoring system, apakah itu
public registry, biro kredit swasta, atau
innovative credit scoring yang benar-benar dapat berkontribusi terhadap inklusi keuangan negara. Ini adalah tugas besar bagaimana kita dapat mempromosikan inklusi keuangan melalui
credit scoring system," ujar Wamenkeu.
Suahasil memaparkan strategi Indonesia untuk tumbuh lebih kuat setelah dilanda pandemi. Selain mencari solusi jangka pendek untuk memulihkan ekonomi, Indonesia juga memikirkan perspektif jangka menengah dan panjang dengan melakukan reformasi struktural.
Mulai dari reformasi perpajakan, reformasi sektor keuangan, hingga reformasi cara kerja birokrasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).
Baca Juga: Sri Mulyani Klaim Penerimaan Pajak Februari 2023 Sangat Kuat"Undang-Undang Cipta Kerja akan merekrut lebih banyak karyawan, lebih banyak lapangan kerja dengan cara penyederhanaan regulasi, perizinan, cara kerja birokrasi. Sehingga dunia usaha bisa tertata dan lapangan kerja bisa tercipta," ucapnya.
Selain melakukan berbagai macam reformasi, lanjutnya, Indonesia juga harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk Indonesia ke depan. Beberapa upaya yang dilakukan yakni melalui hilirisasi sumber daya alam, penggunaan produk dalam negeri, mendukung perkembangan
UMKM, ekonomi digital, hingga transisi menuju ekonomi hijau.
"Setiap kali kita berbicara tentang produk lokal, ekonomi digital dan UMKM, saya pikir sangat mudah untuk terhubung dengan apa yang harus dilakukan oleh
credit scoring system untuk efisiensi ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.
Credit rating untuk pertumbuhan bagi kesejahteraan rakyat," tuturnya.
Baca Juga:
Diskon Pajak Barang Mewah Bikin Industri Otomotif Bergairah
Prof Rokhmin Dahuri: Pertumbuhan Ekonomi Harus Perhatikan Keberlanjutan(gar)