Sekolah ataupun satuan pendidikan sejatinya menjadi rumah kedua bagi para murid. Layaknya sebuah rumah maka harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua, tanpa ada perasaan terancam oleh tindak kekerasan.
Maraknya kasus bullying atau perundungan yang terjadi di sekolah merupakan hal yang harus serius diatasi dan hal ini menjadi tanggung jawab setiap elemen masyarakat untuk merespons cepat perlindungan terhadap generasi muda Indonesia.
Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (Unud) pada Rabu, 15 Oktober ditanyakan meninggal dunia. Diduga Timothy menjadi korban perudungan hingga nekat mengakhiri nyawa dengan melompat dari lantai dua Gedung FISIP Unud.
Terhitung ada lebih dari 700 pelajar dari berbagai penjuru Indonesia mengikuti forum kepemudaan, RISE 2025: Reconnect Internally & Share the Empathy. Forum ini diinisiasi oleh Forum OSIS Nasional (FON), Ruber Academy, dan ParagonCorp.
Demi menuntaskan aksi perundungan yang terjadi terutama di sekolah, gerakan #1MillionYouthsStopBullying menggelar kampanye. Sebanyak 842 orang turut meramaikan
Bullying di sekolah dan media sosial merusak psikis korban. Kecemasan, depresi, dan trauma jangka panjang mengintai. Prestasi akademik terganggu, interaksi sosial terhambat. Dukungan keluarga dan sekolah krusial untuk pemulihan. Pencegahan dan penanganan dini diperlukan demi masa depan generasi muda yang sehat mental.
Ribuan siswa dan santri mengikuti kegiatan Official Hospital Anti Bullying yang digelar Tim RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri di Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap
Data dan fakta tentang perundungan atau biasa dikenal dengan istilah bullying, menunjukkan sekitar 25% anak perempuan dan 30% anak laki-laki melaporkan menjadi korban
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur membentuk 1.954 relawan anti-bullying dan kekerasan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan
Penguatan akhlak bangsa merupakan langkah antisipatif terhadap fenomena maraknya bullying. Pernyataan ini disampaikan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis
Sosok orang dewasa seperti guru dan orang tua menjadi garda terdepan dalam mencegah bullying atau perundungan terhadap anak. Hal ini diungkapkan dosen Pascasarjana Universitas Hasyim Asy'ari