LANGIT7.ID-, Bandung - -
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik bagi ratusan ribu guru yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1 atau D4, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Sebanyak 150.000 guru mendapat kesempatan menuntaskan kualifikasi akademik S1 atau D4 melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) yang dilaksanakan Kemendikdasmen.
Kuota program PKA melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tersebut meningkat signifikan dari 12.500 penerima manfaat pada tahun sebelumnya.
Program tersebut merupakan program bagi guru untuk memenuhi kualifikasi pendidikan S1 atau D4. Salah satu mekanisme pelaksanaannya adalah RPL, yang memungkinkan capaian pembelajaran yang telah dimiliki guru untuk diakui dan dipertimbangkan dalam proses pendidikan sesuai ketentuan perguruan tinggi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa program PKA tidak hanya menjadi sarana percepatan bagi guru untuk memperoleh kualifikasi pendidikan S1 atau D4, tetapi harus berdampak pada peningkatan kualitas dan kompetensi guru.
"Harapan kita kan ini bukan hanya formalitas mengikuti PKA dan dapat setara S1, tetapi juga harus berdampak terhadap kualitas dan kompetensi para guru kita," ujarnya di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Jawa Barat, dikutip Kamis (24/9/2026).
Baca juga: Peran Besar Guru, Menumbuhkan Manusia dari Ruang Kelas hingga Dunia Kerja Wamen Fajar mengungkapkan masih terdapat ratusan ribu guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4 karena berbagai keterbatasan.
"Karena itu salah satu program prioritas kami di Kemendikdasmen adalah mempercepat para guru-guru kita untuk segera mendapatkan pendidikan S1 atau D4 dalam bentuk program PKA melalui RPL," imbuhnya.
Menurutnya, penguatan kompetensi guru melalui PKA merupakan bagian penting dalam memastikan transformasi pendidikan di Indonesia berjalan secara simultan karena guru merupakan aktor utama dalam proses pembelajaran.
Dalam kuliah umumnya, Wamen Fajar juga mengajak para mahasiswa, termasuk guru peserta PKA melalui RPL, untuk terus membangun budaya belajar tanpa terhalang faktor usia. Para guru yang mengikuti program PKA melalui RPL disebutnya menjadi contoh bahwa semangat belajar dapat terus menyala meskipun berada pada usia yang lebih matang.
"Usia bukan hambatan untuk mencari ilmu," katanya.
Baca juga: Pendidikan Gratis SD Sampai Perguruan Tinggi Negeri (Gerakan Baru dari SBY ke Prabowo)Melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan perguruan tinggi seperti UMB, pemerintah optimistis para guru tidak hanya memperoleh kualifikasi akademik formal, tetapi juga memiliki kompetensi yang semakin kuat untuk mendukung proses pembelajaran yang hidup dan berorientasi pada murid di sekolah.
(lsi)