LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini berubah. Bagi murid SMA/SMK/MA dan sederajat wajib tahu perubahan
skor TKA dari semula 0-100 kini menjadi 200-800. Apakah artinya soal ujian menjadi lebih sulit?
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM)
Kemendikdasmen, Prof. Dr. Toni Toharudin mengatakan, perubahan
skor TKA tersebut bertujuan untuk menyajikan informasi kemapuan akademik dalam skala yang sesuai dengan pendekatan pengukurannya.
"Harapannya, hasil TKA dapat membantu murid mengenali capaian, sekolah memperbaiki pembelajaran, dan perguruan tinggi memperoleh informasi pendukung yang bermakna. Karena penjelasan yang terbuka menjadi bagian penting agar manfaat tersebut dipahami dan digunakan secara tepat," ujar Toni dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/10/2026).
Lalu apakah perubahan skor ini berpengaruh pada tingkat kesulitan soal ujian?
Toni yang juga merupakan Guru Besar Universitas Padjajaran itu membantah. "Perubahan skala tidak berarti soal menjadi lebih sulit. Kesulitan ditentukan oleh rancangan soal, sedangkan skala menentukan bagaimana hasil dilaporkan," jelasnya.
Skema Pembaruan Skor TKASkor baru 200-800 bukan merupakan presentase jawaban benar. Pengukuran perlu memperhatikan karakteristik soal. Misalnya dalam tes berisi sepuluh soal berbobot sama, delapan jawaban benar menghasilkan nilai 80.
Namun bagaimana jika dua murid mengerjakan paket berbeda? Jumlah jawaban benar mereka sama, tetapi soal pada satu paket berpotensi sedikit lebih mudah daripada paket lainnya atau sebaliknya. Perlu diingat, menghitung jawaban benar saja belum tentu menghasilkan gambaran kemampuan yang sebanding.
Baca juga: Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Jadwal Resmi Pelaksanaan TKA SMA-SMK dan Mata Pelajaran yang DiujikanToni mengutip Teori Respons Butir (IRT) sebagai cara memperkirakan kemampuan murid. Dalam model dua parameter, pengolahan jawaban mempertimbangkan tingkat kesukaran dan daya pembeda soal.
"Sederhananya, sistem memperhatikan seberapa sulit soal serta seberapa baik soal membantu membedakan tingkat penguasaan peserta. Informasi itu digunakan untuk memperkirakan kemampuan akademik murid," jelas Toni.
Cara itu, lanjut Toni, tidak berarti setiap soal sulit otomatis mendapat bonus nilai lebih besar. Kemampuan diperkirakan melalui pengolahan keseluruhan jawaban dan karakteristik soal yang telah dianalisis,
"Karena itu, jumlah jawaban benar yang sama dapat menghasilkan perkiraan kemampuan berbeda," tegasnya.
Bagaimana Membaca Skor Baru?1. Skor baru bukan persentase jawaban benar.
Misalnya ada murid mendapat skor 600, bukan berarti dia bisa menjawab benar 60 persen. Angka tersebut nenunjukan hasil pada skala pelaporan TKA.
"Skor baru tidak boleh langsung diubah menjadi nilai lama melalui pembagian atau perkalian sederhana. Maknanya perlu dibaca berdasar pedoman interpretasi yang sesuai," imbuh Toni.
Baca juga: Khusus Murid SMK, Ini 51 Mata Pelajaran Program Keahlian Vokasi yang Ada di TKA2. Perubahan skala tidak berarti soal menjadi lebih sulit
Kesulitan ditentukan oleh rancangan soal, sedangkan skala menentukan bagaiama hasil dilaporkan.
3. Skor perlu dibaca bersama penjelasan capaian yang menyertainya.
Manfaat Hasil TKA1. Guru dapat menggunakannya bersama penilaian kelas dan pekerjaan murid untuk menentukan pendampingan. Misal, jika pemahaman bacaan masih lemah, kegiatan membaca dan membahasa teks perlu diperkuat.
2. Bagi perguruan tinggi, TKA menyediakan informasi capaian akademik dari asesmen terstandar. Infornasi ini dapat melengkapi pembacaan nilai rapor dalam seleksi jalur prestasi, sesuai ketentuan yang berlaku.
"Perlu dipahami bahwa kehadiran TKA tidak berarti menghapus nilai rapor atau menyamakan seluruh kebutuhan program studi," imbuh Toni.
Baca juga: Semua Murid Bisa Ikut Tes Kemampuan Akademik, Gratis(lsi)