LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan sederajat telah dimulai sejak Senin, 26 Oktober 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan murid.
Menteri Mu'ti menambahkan bahwa TKA merupakan salah satu instrumen untuk memetakan kemampuan akademik dan menjadi bahan evaluasi pembelajaran.
"Jadi semua sudah terstandar dan hasilnya nanti akan menggambarkan bagaimana kemampuan dari murid-murid kita. Dan ini bukan soal gagal atau berhasil. Karena TKA ini tujuannya adalah untuk memetakan mutu pendidikan," ujar Abdul Mu'ti saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/10), dikutip Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, hasil TKA perlu dipahami sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai akhir dari proses belajar murid. Pelaksanaan
TKA pada pertengahan tahun ajaran juga memberi kesempatan bagi murid untuk memperbaiki kemampuan sebelum menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA.
"Setelah kita tahu hasil tesnya seperti apa, kita perbaiki. Karena pelaksanaan pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih akan belajar satu semester lagi. Masih memiliki waktu belajar untuk memperdalam mereka kurangnya di mana, kemudian yang perlu diperbaiki pada aspek mana saja," tuturnya.
Baca juga: Jadwal Pelaksanaan TKA SMA 2026 Telah Dirilis, Persiapan Matang Bisa Dilakukan Mulai SekarangMengenai soal-soal TKA, Mendikdasmen berujar bahwa semua disusun dengan standar yang memperhatikan validitas dan reliabilitas. Bentuk soal juga dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir murid, termasuk melalui pertanyaan kontekstual yang mendorong penalaran dan tidak semata-mata mengandalkan hafalan atau perhitungan langsung.
Kesiapan murid menghadapi TKA juga ditunjang oleh persiapan sekolah dan dukungan orang tua. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan Rokhmat Hidayat menyampaikan bahwa persiapan TKA telah dilakukan sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan, mulai dari sosialisasi kepada orang tua, pendalaman materi bersama guru, hingga uji coba. Pada tahun ini, sebanyak 303 murid SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan mengikuti TKA dalam satu gelombang yang terdiri atas tiga sesi.
"Persiapan TKA sudah kami lakukan sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan. Dukungan orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar siap mengikuti TKA," ujar Rokhmat.
Murid Hadapi Soal dengan Pemahaman dan KetelitianSalah satu pengalaman mengikuti TKA juga dirasakan langsung oleh murid SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Abiyyu Desain Nagari. Ia menilai soal yang dikerjakannya, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia pada hari pertama, membutuhkan pemahaman teks dan ketelitian untuk menentukan jawaban yang tepat.
Baca juga: Jelang TKA SMA, Peserta Wajib Tahu Jenis Pelanggaran Ringan-Berat Ini Biar Ujian Lancar"Alhamdulillah saya bisa menyesuaikan dengan baik. Soal-soal TKA pastinya membutuhkan pemikiran yang mendalam ya, karena selain kita perlu memahami teksnya, kita juga perlu teliti dalam mengerjakan soalnya supaya hasil yang kita dapat juga bisa sesuai dengan yang nanti diinginkan," ujar Abiyyu.
"Kalau dari saya, selain kita mempelajari materi, perbanyak latihan soal yang telah dipelajari. Apalagi di TKA ini, dengan waktu yang terbatas, kita harus punya manajemen waktu yang baik," tambah Abiyyu.
Abiyyu berharap hasil TKA dapat mendukung rencananya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Ia berencana memanfaatkan hasil tersebut sebagai bahan pendukung untuk memvalidasi nilai rapor apabila memenuhi kriteria mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
(lsi)