LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen),
Abdul Mu'ti bertemu dengan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI),
K.H. Muhammad Cholil Nafis dengan agenda membudayakan hidup halal di kalangan anak sekolah.
Bagi sebagian pelajar, istilah halal mungkin masih identik dengan makanan dan minuman. Padahal, konsep halal memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
Saat ini, halal telah menjadi bagian dari berbagai sektor, mulai dari kosmetik, obat-obatan, produk konsumsi, jasa, pariwisata, hingga keuangan syariah. Karena itu, meningkatkan literasi halal sejak dini menjadi langkah penting bagi Generasi Z untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin dinamis.
"Bagi Gen Z, halal perlu hadir dalam seluruh pilihan kehidupan: makanan, minuman, kosmetik, fesyen, wisata, keuangan, hingga cara bertransaksi dan bermedia sosial. Halal tidak hanya berarti sesuai syariah, tetapi juga tayyib: baik, aman, sehat, berkualitas, dan membawa kemaslahatan," tulis Cholil Nafis melalui media sosial miliknya @cholilnafis, Senin (10/8/2026).
Baca juga: Apakah Bahan Baku Repack Tetap Halal? Ini PenjelasannyaIa menambahkan bahwa Gen Z bukan hanya konsumen, tetapi penggerak ekosistem halal.
Literasi halal tidak lagi hanya relevan bagi pelaku industri atau akademisi, tetapi juga menjadi pengetahuan penting bagi Generasi Z.
"Mereka adalah generasi digital yang mampu menciptakan dan menyebarkan tren melalui media sosial, kreativitas, kewirausahaan, dan komunitas. Karena itu, literasi halal harus dikemas dengan bahasa dan kreativitas yang dekat dengan dunia mereka," sambungnya.
Cholil menjelaskan bahwa melalui Gen Halal Championship LPPOM, harapannya adalah bisa melahirkan bukan hanya generasi yang tahu tentang halal, tetapi generasi yang sadar, bangga, dan menjadikan halal sebagai karakter hidup.
"Sertifikasi halal menjamin kehalalan produk, tetapi generasi sadar halal-lah yang akan menjaga dan mengembangkan ekosistem halal Indonesia," tegasnya.
Baca juga: BPJPH Gandeng Korea Kembangkan Teknologi Jaminan Produk Halal dan Halal LogisticsJadi perlu ditekankan bahwa halal bukan sekadar aturan, tetapi gaya hidup. Di tengah pesatnya perkembangan industri halal Indonesia dan meningkatnya kebutuhan akan produk serta layanan halal, pemahaman yang baik tentang halal dapat membuka peluang baru dalam pendidikan, karier, bisnis, hingga gaya hidup di masa depan.
(lsi)