Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 26 Agustus 2026
home global news detail berita

KH Cholil Nafis Ungkap 3 Sikap Rasulullah yang Harus Dihidupkan Saat Maulid Nabi

tim langit 7 Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:54 WIB
KH Cholil Nafis Ungkap 3 Sikap Rasulullah yang Harus Dihidupkan Saat Maulid Nabi
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti pada kemeriahan perayaan. Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis mengingatkan bahwa rasa cinta kepada Rasulullah SAW perlu dibuktikan melalui ketaatan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kiai Cholil, Maulid Nabi merupakan momentum bagi setiap Muslim untuk melihat kembali kualitas keimanan sekaligus menilai sejauh mana akhlak Rasulullah SAW telah diteladani.

"Jadi Maulid Nabi itu memperbanyak selawat, menyebut Nabi sebagai ungkapan mahabbah, ungkapan cinta. Dan tidak boleh hanya berhenti di situ, harus dilanjutkan dengan bagaimana kita bisa melaksanakan perintah Nabi. Itu adalah implementasi dari cinta. Mengikuti perintah Nabi, menjauhi larangannya," ujar Kiai Cholil, dikutip Rabu (26/8/2026).

Kiai Cholil yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok menjelaskan, cinta kepada Nabi pada akhirnya harus terlihat dalam perilaku. Buah dari cinta dan ketaatan yang sungguh-sungguh, kata dia, adalah akhlak yang mulia serta perangai yang ikhlas.

Dalam menyambut Maulid Nabi, ia mendorong umat Islam menghidupkan tiga sikap utama Rasulullah SAW.

Pertama, basthul wajhi, yakni menampilkan wajah dan perilaku yang ramah.

Kedua, kafful adza, yaitu menjaga diri agar tidak menjadi sumber kesulitan bagi orang lain.

Ketiga, bazhlun nada, yakni kemauan berkorban untuk kebaikan orang lain.

"Tampilkan perilaku kita yang nyaman. Kemudian kita di mana pun jangan sampai kita yang bikin kesulitan, tapi harusnya kita orang yang mau menjaga dari kesulitan dan keburukan. Kita juga harus mau berkorban untuk berbagi pada yang lain," tuturnya.

Pesan tersebut berkaitan dengan sorotan Kiai Cholil terhadap fenomena sosial ketika banyak orang justru tega mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi.

Padahal, Rasulullah SAW memberikan teladan kepahlawanan sejati yang selalu mengutamakan kemaslahatan umat.

Bagi Kiai Cholil, keteladanan itu juga berkaitan dengan kehidupan bersama. Nilai kepahlawanan dan persatuan yang tercermin dalam Piagam Madinah disebut sejalan dengan semangat Persatuan Indonesia dalam Pancasila.

"Boleh kita ada friksi, boleh kita ada dinamika, tapi semuanya harus dalam kerangka Persatuan Indonesia. Tidak mungkin ada kemajuan tanpa persatuan, tidak mungkin membangun peradaban tanpa persatuan," kata Kiai Cholil.

Selain soal hubungan antarsesama, ia menekankan bahwa kualitas keimanan juga tercermin dari dampak ucapan dan tindakan seseorang terhadap lingkungan.

Keimanan, menurut Kiai Cholil, tidak cukup hanya diukur dari pengakuan lisan. Sikap, ucapan, dan perbuatan seorang Muslim harus memberikan ketenangan bagi lingkungan sekitar.

Ukuran seorang mukmin sejati, menurutnya, terletak pada kemampuan menjaga ucapan dan perbuatan agar mendatangkan kedamaian serta keselamatan bagi orang lain.

"Mari kita tingkatkan diri menjadi orang yang beriman, mengikuti Nabi. Karena Nabi mengatakan, orang mukmin itu dapat dilihat sejatinya dari ucapan dan tindakannya yang menyelamatkan orang lain, membuat orang lain damai, dan membuat orang lain tenang," tegas Kiai Cholil.

Karena itu, peringatan Maulid Nabi juga dapat menjadi barometer internal bagi setiap Muslim. Momen tersebut dapat digunakan untuk bermuhasabah dan mengukur apakah diri sendiri sudah pantas disebut sebagai pengikut Rasulullah SAW.

"Kita bisa merasakan cinta, lalu bisa mengukur tingkat ketaatan, dan bisa mengukur tentang meneladani Nabi tentang akhlak mulianya," jelasnya. (MUI/bil)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 26 Agustus 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:17
Maghrib
17:57
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan