Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 26 Agustus 2026
home global news detail berita

Maulid Nabi 1448 H, Ustaz Adi Hidayat Soroti Indonesia, UAS dan Das'ad Latif Bicara soal Penguasa

nabil Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:02 WIB
Maulid Nabi 1448 H, Ustaz Adi Hidayat Soroti Indonesia, UAS dan Das'ad Latif Bicara soal Penguasa
Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, dan Dasad Latif menyampaikan pesan tentang Indonesia dan kekuasaan dalam momentum Maulid Nabi 1448 H. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Sejumlah ulama menyampaikan pesan tegas mengenai arah Indonesia dan masa depan bangsa dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad (UAS), dan Ustaz Das'ad Latif sama-sama menyinggung pentingnya tanggung jawab moral dalam kehidupan berbangsa, termasuk bagi mereka yang memiliki kekuasaan.

Pesan tersebut disampaikan melalui akun Instagram masing-masing Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, dan Ustaz Das'ad Latif. Ketiganya membawa sudut pandang berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama, yakni harapan agar kekuasaan, persatuan, dan kehidupan berbangsa tetap berpijak pada nilai agama serta kepentingan masyarakat.

Ustaz Adi Hidayat secara khusus menyoroti fondasi yang menurutnya harus menjadi pijakan Indonesia. Ia berharap momentum Maulid dapat menjadi kesempatan untuk melahirkan kembali Indonesia yang menjunjung ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial.

“Semoga dengan momentum maulid ini Indonesia terlahir kembali dengan dasar ketuhanan kepada Yang Maha Esa dan dengan dasar itu melahirkan nilai-nilai kemanusiaan yang beradil dan beradab dan dengan rasa adil dan adab itu kita bersatu untuk Indonesia dengan nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, semoga dengan empat tahapan ini terlahirlah kemudian keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia demikian untuk Indonesia.”

Pesan tersebut menempatkan kondisi kehidupan berbangsa sebagai bagian penting dari refleksi Maulid. Adi Hidayat menekankan bahwa nilai ketuhanan dan kemanusiaan harus berujung pada persatuan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

UAS Singgung Pemerintah dan Masa Depan Bangsa

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad membawa pesan yang lebih langsung mengenai kesadaran berbangsa. Ia menilai Maulid Nabi 1448 H tidak hanya berkaitan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dapat menjadi momentum membangun kesadaran sebagai bangsa Indonesia.

“Maulid tahun satu empat empat delapan dua ribu dua enam ini tidak hanya sekedar maulid kemunculan kelahiran Nabi sallallahu alaihi wasalam, tapi juga maulid kelahiran kesadaran berbangsa. Mau dibawa ke mana hubungan kita? Kelahiran rasa kasih sayang, imanmu belum sempurna sebelum kau sayang kepada saudaramu, merasakan penderitaan orang lain, melahirkan perasaan ingin bangga menjadi orang Indonesia.”

UAS kemudian menyoroti pentingnya membangun kebanggaan sebagai bangsa Indonesia untuk generasi mendatang. Ia mengibaratkan apa yang dilakukan generasi saat ini sebagai sesuatu yang mungkin baru akan dinikmati oleh generasi berikutnya.

“Begitulah anak-anak kita di masa akan datang akan bangga menjadi orang Indonesia. Apa yang kita tanam hari ini mungkin kita tidak sempat menikmati manisnya, tak sempat bernaung di bawah daunnya yang rimbun, tapi insya Allah kita yang berada alam barzah akan mendapatkan aliran pahalanya.”

Dalam pesannya, UAS juga secara khusus menitipkan harapan kepada pihak-pihak yang memiliki kekuasaan dan pengaruh terhadap arah bangsa.

“Mudah-mudahan pesan-pesan sampai hati para orang-orang yang memiliki kekuasaan, yang katanya keputusannya, tanda tangannya berpengaruh untuk masa depan berbangsa bertanah air, insyaallah.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan paling kuat dalam rangkaian refleksi Maulid yang disampaikan UAS. Ia mengingatkan bahwa keputusan dan tanda tangan orang-orang yang memiliki kekuasaan dapat berpengaruh terhadap masa depan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Das'ad Latif Ingatkan Orang yang Punya Kuasa

Pesan mengenai kekuasaan juga disampaikan Ustaz Das'ad Latif. Ia secara terang mengajak pihak yang memiliki kuasa untuk merenungkan kembali makna bendera Merah Putih.

Menurut Das'ad, warna merah dan putih dapat dimaknai sebagai keberanian dan kesucian. Keduanya, kata dia, harus berjalan bersama agar kekuasaan tidak kehilangan arah dalam memperbaiki bangsa dan negara.

“Melalui maulid ini saya ingin kembali mengajak kepada kita terutama yang punya kuasa untuk merenungkan filosofi bendera merah putih. Merah berarti berani putih berarti suci. Berani kesucian biasanya melahirkan penguasa yang otoriter. Dan demikian juga kesucian tanpa keberanian tidak akan mampu memperbaiki bangsa dan negara. Maka paduannya berani karena suci dan ketika suci. Beranilah untuk memperbaiki bangsa dan negara kita. Terima kasih. Jaya terus Indonesia. Insyaallah. Cinta kepada negara bagian daripada iman. Asalamualaikum wabarakatuh.”

Pesan Das'ad tersebut menekankan bahwa keberanian saja tidak cukup dalam menjalankan kekuasaan. Keberanian, menurutnya, perlu berjalan bersama kesucian agar dapat diarahkan untuk melakukan perbaikan terhadap bangsa dan negara.

Pesan Tiga Ulama tentang Arah Indonesia

Jika disatukan, pesan Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, dan Ustaz Das'ad Latif memiliki perhatian yang sama terhadap arah kehidupan Indonesia.

Adi Hidayat menekankan fondasi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. UAS mengingatkan orang-orang yang memiliki kekuasaan agar menyadari pengaruh keputusan mereka terhadap masa depan bangsa. Sementara Das'ad Latif menyoroti pentingnya keberanian dan kesucian dalam menggunakan kekuasaan.

Ketiga pesan itu disampaikan dalam konteks Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Namun, substansinya tidak berhenti pada peringatan keagamaan. Para ulama tersebut juga mengajak masyarakat dan terutama mereka yang memiliki kekuasaan untuk melihat kembali bagaimana nilai agama diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan dalam menentukan arah Indonesia ke depan.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 26 Agustus 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:17
Maghrib
17:57
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan