LANGIT7.ID, Jombang -
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengaku mengidolakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU),
KH Hasyim Asy’ari. Hal itu dibuktikan dengan penelitian dalam disertasinya, tentang kiprah
KH Hasyim Asy’ari di bidang hadits saat studi doktoral di Oumdurman Islamic University (OIU) Sudan.
UAS membuat disertasi berjudul
Asy-Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari wa Juhuihi fi Nasyris Sunnah fi Indunisia (Kontribusi Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Penyebaran Hadits di Indonesia).
“Banyak para ulama tidak meninggalkan karya, bukan berarti mereka tidak berilmu, tapi mungkin tidak sempat atau tidak ada waktu menulis. Sedangkan
KH Hasyim Asy’ari banyak meninggalkan karya tulis,” kata UAS acara bedah Disertasi Ustaz DR Abdus Shomad, Lc., MA di
Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Shoulatiyah, Tempat Belajar KH Hasyim Asy'ari di Makkah
UAS menjelaskan,
KH Hasyim Asy’ari merupakan tokoh penting dalam perkembangan ilmu di Indonesia. Setidaknya ada tiga fokus utama
KH Hasyim Asy’ari dalam membangun gerakan di Tanah Air.
Pertama,
KH Hasyim Asy’ari menyiapkan kader dengan membangun pondok pesantren. Kedua, mendirikan jam’iyah (organisasi). Ketiga, berjuang melalui gerakan politik.
“Jadi beliau amat sangat peduli dengan ketiga aspek ini,” kata UAS.
Selain itu,
KH Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama sebagai wasilah untuk menyatukan umat yang kala terpecah-belah. Ada dua penyebab perpecahan yakni penjajahan dan aliran-aliran datang belakang yang bukan asli di Nusantara.
Baca Juga: Kisah KH Hasyim Asyari: Telaten dan Murah Hati dalam Bina Santri
“Saya ingin supaya kita punya kepedulian terhadap kajian hadits, karena ada beberapa tuduhan dari orang yang tidak mengerti, kita disebut sebagai
ahlul bid’ah wa dholalah, karena melihat kenyataan di tengah lapangan dari mulai tahlilan, yasinan, Isra mi’raj, nuzulul Quran, halal bihalal,” ucap UAS.
Di sisi lain, UAS meneliti kiprah KH Hasyim Asy’ari di bidang hadits karena belum banyak yang mengkaji. Banyak kajian tentang pendiri NU itu, tapi lebih ke aspek fikih, aspek tasawuf, dan aspek tarbiyah.
“Ada beberapa yang menulis di Jurnal tentang hadits, tapi menulis dalam bentuk disertasi, untuk karya besar, itu salah satu sebab saya memilih tema ini,” tutur UAS.
Baca Juga: Peran Sentral KH Hasyim Asy'ari Mempertahankan KemerdekaanSelain itu, dia juga ingin mematahkan anggapan masyarakat internasional terkait anggapan muslim di Indonesia adalah sufi. Lalu, dibesar-besarkan bahwa sufi tidak mengerti hadits dan jauh dari sunnah.
“Kemudian untuk memperlihatkan bagaimana perjuangan KH Hasyim Asy’ari menyebarkan, di tengah kesibukan melawan penjajah masih sempat menyebarkan sunnah,” ungkap UAS.
(jqf)