Ustadz Abdul Somad mengaku lebih pilih untuk merendah di tengah popularitasnya sebagai dai. Julukan guru ngaji atau ustadz kampung lebih cocok untuk dirinya.
Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D menilai isu islamofobia bukan isu baru. Menurut dia, isu global tersebut sudah ada sejak satu dekade terakhir. Salah satu pemicunya adalah clash of civilizations (CoC) atau benturan peradaban.
Lalu, kenapa peradaban umat Islam saat ini kalah dengan yang lain? Ustadz Abdul Somad (UAS) menilai, salah satu penyebab umat Islam mengalami kemunduran karena tidak adanya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum..
Ustadz Abdul Somad (UAS), mengungkapkan, problematika utama umat Islam di Indonesia adalah krisis jahil atau kebodohan. Jahil dalam arti tidak tahu dan tidak memahami agama Islam secara umum.
Pendakwah kenamaan, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan satu golongan yang selalu dekat dengan Allah Taala. Orang yang masuk dalam golongan itu adalah mereka yang selalu sujud kala senang maupun senang.
Musuh yang berada dalam radius perjalanan satu bulan masa itu merasa ketakutan kepada Nabi Muhammad. Menurut UAS, itu juga berlaku kepada orang-orang yang mengikuti gerak langkah perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Ustadz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan, Allah Taala menganjurkan setiap manusia menyayangi semua makhluk di muka bumi seperti kucing dan hewan-hewan lain. Sementara menyiksa kucing dan hewan-hewan lain merupakan perbuatan yang bisa mendatangkan murka-Nya.
Umat Islam mendapat jaminan masuk surga, baik melalui hisab terlebih dahulu atau tanpa hisab. Syaratnya, sampai akhir hayat bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Taala. Tapi pertanyaannya apakah akan langsung masuk surga
Ustaz Abdul Somad (UAS) memiliki 2,88 juta subscriber di YouTube dan videonya telah ditonton puluhan juta orang. Lalu kemana uang hasil adsense dari YouTube tersebut mengalir?.
Berjihad berarti memerdekakan manusia dari perbudakan manusia. Agar hak asasi manusia setiap orang berfungsi sesuai dengan kemerdekaan mereka masing-masing.
Para ulama pun memiliki gaya dan ciri khas dalam berbusana. Mereka tampil dengan elegan dan tetap mengedepankan syariat Islam dan menampilkan sunnah Rasulullah dalam berpakaian.