LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam pernah menduduki puncak peradaban dunia. Zaman kejayaan Islam itu terjadi sekitar 750 M-1258 M. Itu merupakan masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur dari dunia Islam menghasilkan penemuan baru.
Para ilmuwan muslim memberikan kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada maupun mengembangkan inovasi dan penemuan baru.
Lalu, kenapa peradaban umat Islam saat ini kalah dengan yang lain? Ustadz Abdul Somad (UAS) menilai, salah satu penyebab umat Islam mengalami kemunduran karena tidak adanya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum.
Baca Juga: UAS: Indonesia Dibangun Kaum Nasionalis yang Tak Meninggalkan Agama
“Ke depan perlu apa yang disebut Ismail Raji Al-Faruqi, integrity curriculum,” kata UAS kepada LANGIT7.ID, Ahad (21/8/2022).
Dia mencontohkan, saat ini banyak dokter yang sangat ahli dalam bidang medis, tapi tidak mengerti tentang ayat Al-Qur’an. Sebaliknya, banyak qari atau mufassir yang sangat paham ayat Al-Qur’an tapi tidak mengerti medis.
“Jadi, ini malan dipertemukan,” ucap UAS.
Kendati begitu, UAS melihat sudah ada upaya dari internal umat Islam menerapkan integrity kurikulum ala Ismail Razi Al-Faruqi tersebut. Kini, banyak kampus-kampus yang menyediakan beasiswa kepada para santri dan penghafal Al-Qur’an.
“Kita amat sangat bangga ada penerimaan program berprestasi memberikan beasiswa untuk penghafal Al-Qur’an. Ada penghafal Al-Qur’an dalam Fakultas-fakultas Sains,” kata UAS.
Baca Juga: Problematika Umat Menurut UAS: Krisis Jahil dalam Agama, Ekonomi, dan Politik
Hal tersebut akan melahirkan pemikir maupun saintis baru pada masa depan. Kelak akan lahir ilmuwan yang ahli dalam bidang sains tapi juga sangat paham tentang ayat Al-Qur’an.
“Itu akan akan melahirkan saintis baru, pemikir-pemikir baru, dokter baru di masa depan, yang dalam satu hembusan nafasnya ada bilogi, mate-matika, fisika, bahasa Inggris, tapi dia juga punya akidah, fikih, akhlak, hadits, itu yang nanti akan mengeluarkan pemikir baru dengan subtansi yang lama,” ucap UAS.
(jqf)