LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Abdul Somad (UAS) meminta masyarakat cerdas dalam membaca sejarah perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Para pendiri bangsa adalah orang yang cinta Tanah Air dan sangat religius.
“Kalau orang berteriak Allahu Akbar, bukan berarti dia anti-Pancasila. Kalau ada orang yang pancasilais bukan berarti dia tidak religius. Jadi, ini orang yang buta sejarah. Para pendiri bangsa ini terdiri dari orang-orang yang sangat religius, cinta Tanah Air,” ucap UAS kepada LANGIT7.ID, Jumat (19/8/2022).
UAS menegaskan, negara Indonesia dibangun oleh kaum nasionalis yang tidak pernah meninggalkan agama. Mereka sangat religius. Bahkan, perjuangan kemerdekaan digerakkan oleh para ulama dan santri.
Baca Juga: Problematika Umat Menurut UAS: Krisis Jahil dalam Agama, Ekonomi, dan Politik
“Jadi, negara ini dibangun oleh orang-orang nasionalis tapi juga tidak meninggalkan agama. Jadi, tidak mungkin muncul kagetan, tiba-tiba orang mengatakan, ‘siapa yang berteriak Allahu Akbar tidak nasional, siapa yang nasionalis berarti tidak agamis’,” ungkap UAS.
UAS menilai sangat penting membaca sejarah secara adil. Itu latar belakang para pendiri bangsa bisa dibaca secara proporsional. Menurut dia, orang yang melabeli kaum agamis anti-Pancasola adalah orang yang tiba-tiba muncul dan buta sejarah.
“Artinya, tiba-tiba muncul dalam sebuah cerita di tengah panggung. Dia tidak mengikuti cerita dari awal, dia pendatang, pemikiran kalau dalam ilmu tafsir disebut
dakhil,” tutur UAS.
Baca Juga: Tausiah Kebangsaan UAS: Penjajahan Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia(jqf)