Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Losta Institute menganalisis gaya komunikasi dan konsistensi kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama 180 hari pertama
Baru-baru ini Ponpes Al Mukmin Ngruki jadi sorotan karena menggelar upacara 17 Agustus. Upacara dihadiri salah satu pendiri yakni Ustadz Abu Bakar Baasyir. Kepala Bagian Humas Pesantren, Ustadz Muchshon, menjelaskan, Pesantren Ngruki sejak didirikan tidak pernah anti-NKRI.
Selebritas Daniel Mananta melihat seorang warga negara Indonesia yang baik adalah orang yang taat beragama. Menurutnya, Indonesia tidak akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya tidak takut kepada Tuhan.
Ustadz Wijayanto menepis anggapan bahwa orang religius tidak nasionalis. Pola pikir itu dinilai salah besar, karena beragama dan bernegara saling beririsan.
Ustadz Abdul Somad (UAS) meminta masyarakat cerdas dalam membaca sejarah perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Para pendiri bangsa adalah orang yang cinta Tanah Air dan sangat religius
Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Dr KH Jeje Zaenuddin, menilai, salah satu kendala besar masyarakat Indonesia sulit menyatukan cita-cita bersama lantaran masih ada dikotomi kaum islamis dan nasionalis.
Beggy menjelaskan, terlepas dari kontroversi penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta, sila Ketuhanan Yang Maha Esa kembali mendapat perhatian ketika Sukarno memberlakukan Dekrit 5 Juli 1959.
Salim Segaf lalu membeberkan kriteria calon presiden dan wakil presiden idaman mereka. Kriteria tersebut di antaranya berkomitmen menegakkan kedaulatan wilayah dan demokrasi.