LANGIT7.ID, Jakarta -
Ustadz Wijayanto menepis anggapan bahwa orang religius tidak nasionalis. Pola pikir itu dinilai salah besar, karena beragama dan bernegara saling beririsan.
Menurut dia orang yang dekat dengan agama akan semakin memiliki jiwa
nasionalisme yang kuat. Apalagi, kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran para ulama.
"Inilah kesalahan di Indonesia, karena mindset, stigma itu terkadang beda dengan fakta," kata dia saat ditemui
Langit7, Senin (22/8/2022).
Baca Juga: UAS: Indonesia Dibangun Kaum Nasionalis yang Tak Meninggalkan AgamaDosen UGM ini juga menyebut,
kemerdekaan Indonesia tak lepas dari semangat para ulama yang mendukungnya. Bahkan, Pancasila dan UUD terwujud berkat jasa orang Islam, termasuk rumah yang digunakan Bung Karno saat membacakan teks Proklamasi.
"Jadi aneh kalo yang memerdekakan orang Islam, malah kita lupa pada orang Islam," tegasnya.
Makna merdeka setidaknya perlu memenuhi 3 faktor utama. Di antaranya merdeka dalam rongga dada, kepala, dan perut.
"Merdeka itu ketika ada di hati dulu, baru diisi degan keilmuan dan kecerdasan yang adil, makmur, dan kemudian kaitannya dengan sandang, pangan, papan," ungkapnya.
Ustadz kelahiran Surakarta itu menekankan bahwa agama dan nasionalisme adalah dua hal yang saling mendukung. Sehingga keliru ketika orang-orang membenturkan kedua hal ini.
"Jadi salah mindset, seolah-olah orang yang paham agama itu nasionalismenya kurang. Justru agama dan nasionalisme ini saling mendukung."
"Jadi jangan pisahkan antara nilai dan simbol. Bahwasannya nilai itu adalah semangat Nasionalisme, sementara simbol bagaimana cara kita cinta kepada NKRI," tambahnya.
(bal)