LANGIT7.ID-, Jakarta - - Rencana kunjungan
Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia mendapat respons penolakan keras dari
Majelis Ormas Islam (MOI). Sikap ini diambil sebagai wujud keprihatinan mendalam atas maraknya praktik Islamofobia, perlakuan diskriminatif, serta pelanggaran hak-hak yang dialami oleh umat Muslim di India saat ini.
Forum yang menaungi sedikitnya 13 organisasi kemasyarakatan Islam ini menyoroti berbagai rilis resmi dari lembaga internasional, organisasi HAM, serta pemberitaan media global yang secara konsisten memperlihatkan tren peningkatan tindakan
intoleransi terhadap kaum Muslim di bawah pemerintahan India saat ini.
Baca juga: Jokowi Serahkan Presidensi G20 ke PM India Narendra Modi
Ketua Presidium MOI, Nazar Haris, menegaskan bahwa penolakan terhadap kunjungan Modi ini murni didasari oleh aspek kemanusiaan dan kebebasan beragama. Ia menilai, hingga kini belum ada langkah penyelesaian yang berkeadilan bagi hak-hak sipil umat Islam di sana.
"MOI mengutuk keras segala corak
Islamofobia, kebijakan diskriminatif, serta tindakan represif yang menyudutkan umat Islam di India. MOI juga menuntut Pemerintah India untuk segera menghentikan regulasi yang tidak adil dan memberikan jaminan keamanan bagi setiap warga negara tanpa memandang latar belakang agama maupun keyakinannya," kata Ustaz Haris, dikutip Senin (6/7/2026).
Di sisi lain, MOI meminta Pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam. Dia mendorong pemerintah agar bersedia menyuarakan kegelisahan dan aspirasi umat Islam tanah air secara lugas, berwibawa, dan tegas kepada Pemerintah India melalui saluran diplomasi resmi.
Solidaritas internasional juga digelorakan oleh MOI. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari lembaga dakwah, organisasi Islam, tokoh agama, hingga pemuda Muslim untuk bersama-sama menunjukkan simpati kepada Muslim India melalui aksi-aksi yang damai, sesuai koridor hukum, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
"Secara khusus, para khatib, dai, serta pemimpin umat diimbau untuk menyisipkan doa khusus bagi keselamatan umat Islam yang tengah menghadapi penindasan di berbagai negara, termasuk di India. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat simpul persaudaraan Islam atau ukhuwah Islamiyah serta kepedulian terhadap keadilan universal," ujarnya.
Baca juga: Hubungan India-Indonesia Makin Erat: Dari Era Soekarno Hingga Prabowo Subianto
MOI menggarisbawahi bahwa penolakan ini sama sekali tidak didasari oleh kebencian terhadap rakyat India ataupun pemeluk agama tertentu. Langkah ini murni merupakan panggilan moral global untuk melawan segala bentuk penindasan, diskriminasi, dan sentimen anti-Islam di belahan bumi mana pun.
Sebagai informasi, Majelis Ormas Islam (MOI) merupakan wadah koordinasi yang menghimpun berbagai organisasi Islam besar di Indonesia, meliputi:
1. Persatuan Islam (Persis)
2. Al Jam’iyatul Washliyah
3. Mathla’ul Anwar
4. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
5. Hidayatullah
6. Al-Ittihadiyah
7. Al-Irsyad Al-Islamiyyah
8. Ikatan Dai Indonesia
9. Persatuan Tarbiyah Islamiyah
10. Persatuan Ummat Islam
11. Wahdah Islamiyah
12. Syarikat Islam
13. Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia.
Baca juga: Indonesia Berpeluang Adopsi Model Pengentasan Kemiskinan ala India(est)