Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home global news detail berita

Ustaz Wijayanto: Esensi Puasa Adalah Menjaga Perasaan dan Perut Sesama

esti setiyowati Rabu, 18 Februari 2026 - 18:25 WIB
Ustaz Wijayanto: Esensi Puasa Adalah Menjaga Perasaan dan Perut Sesama
Ustaz Wijayanto: Esensi Puasa Adalah Menjaga Perasaan dan Perut Sesama. Foti: UGM.
LANGIT7.ID-, Yogyakarta - - Ibadah puasa Ramadhan sering kali dipandang sebagai rutinitas menahan haus dan lapar. Dalam acara Grand Opening Ramadhan UGM 2026 di Grha Sabha Pramana, Selasa (17/2/2026), Ustaz Wijayanto, menekankan bahwa makna puasa jauh lebih dalam dari sekadar fisik, yakni sebagai sekolah kepedulian sosial.

"Kalau kamu tidak mau disakiti, jangan menyakiti. Begitu pula, bila kamu tidak ingin kelaparan, jangan biarkan orang lain kelaparan. Itulah esensi puasa, yakni melahirkan kepedulian sosial yang nyata," kata Ustaz Wijayanto pada Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Melacak Makna Puasa dari Padang Pasir: Bukan Sekadar Urusan Perut yang Kosong

Ustaz Wijayanto menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang moderat. Puasa bukan bertujuan untuk "menyiksa diri" atau membunuh nafsu sepenuhnya, melainkan untuk mengendalikannya.

"Islam adalah adalah agama moderat. Puasa sejatinya bukan untuk membunuh nafsu, melainkan untuk mengendalikan nafsu sementara. Sejak saat itu, dilarang melakukan puasa wishal atau puasa sambung. Maka ketika berpuasa disegerakan berbuka dan akhirkanlah sahur,” ungkapnya.

Inilah alasan mengapa dalam Islam dilarang melakukan puasa wishal, menyambung puasa tanpa berbuka, dan disunnahkan untuk menyegerakan berbuka serta mengakhirkan sahur.

Dikatakan Wijayanto, bulan Ramadhan merupakan bulan mulia yang kedatangannya senantiasa dirindukan, sebagaimana tradisi para sahabat Nabi terdahulu.

Ia kemudian mengupas terminologi "Ramadhan Karim", di mana kata Karim mencerminkan kekaguman luar biasa terhadap kemuliaan Ramadhan.

Sejarah mencatat, pada bulan Syakban tahun kedua Hijriyah, turun empat perintah besar yang menjadi pilar spiritual umat Islam, yakni peralihan arah kiblat, penetapan nisab zakat, anjuran bershalawat serta tuntunan birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

Baca juga: Muhammad Ali Sebut Puasa Ramadhan sebagai Disiplin Mental di Luar Ring Tinju

Puasa dan Adab kepada Orang Tua

Secara khusus, Ustaz Wijayanto mengingatkan bagi mereka yang berpuasa namun mengabaikan adab kepada orang tua.

Beliau menegaskan bahwa orang tua adalah wasilah atau jalan menuju surga. Puasa seseorang dianggap tidak sempurna jika kewajiban sosial lainnya—seperti zakat, shalawat, dan hormat kepada orang tua—tidak dijalankan dengan baik.

"Gagal orang berpuasa, jika memiliki orang tua tapi tidak menjadikannya jalan untuk menuju surga. Jadikanlah orang tua sebagai wasilah menuju surga. Maka aneh jika seseorang berpuasa tapi puasanya tidak disempurnakan. Misalnya saja, zakatnya tidak jelas, shalawat pun tidak pernah, dan tidak memiliki hormat kepada orang tua,” tegas Ustaz Wijayanto.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)