Pemuda 26 tahun yang akrab disapa Aji ini telah dua tahun menetap di Negeri Pelangi. Dalam rentang waktu tersebut, ia menemukan banyak pengalaman berharga, terutama saat menyambut Idulfitri jauh dari tanah air.
Udara musim semi di Kyoto terasa lembut pagi itu. Bunga sakura mulai bermekaran di sudut-sudut kota, menyambut datangnya Idulfitri bagi umat Muslim di Jepang. Para muslim Indonesia di sana merayakan Lebaran dengan cara mereka sendiri-sederhana, hangat, dan penuh kerinduan.
Muhammad Syafrudin, yang akrab disapa Aput, menghabiskan momen Lebaran dengan berkumpul bersama diaspora Indonesia lainnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pretoria.
Takbir tambahan dalam shalat Ied adalah syiar yang agung, namun sering kali jamaah datang saat imam telah usai bertakbir. Di balik keriuhan hari raya, tersimpan perdebatan fikih yang presisi mengenai nasib rakaat pertama sang masbuq.
Otoritas Umum Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyediakan lebih dari satu juta eksemplar Al-Quran di Masjid al-Haram dan Masjid an-Nabawi selama Ramadhan 1447 H.
Perbedaan awal puasa bukan sekadar persoalan teknis informasi, melainkan perdebatan teologis dan astronomis tentang mathla yang telah berlangsung selama empat belas abad dalam sejarah Islam.
Selalu ada cerita di balik Hari Raya, yang kerap punya cara sendiri untuk menghadirkan rasa haru. Mulai dari suara takbir yang menggema, aroma masakan khas Lebaran di dapur ataupun momen berkumpul bersama keluarga besar. Namun tentu beda cerita jika berlebaran di negri orang.
Idulfitri bukan sekadar garis finis ritual tahunan, melainkan transisi menuju istiqamah. Perayaan ini adalah bentuk ibadah melalui rasa syukur yang terukur, menjauh dari euforia hampa dan bidah.
Kebahagiaan Idulfitri sering kali tereduksi menjadi sekadar pamer sandang dan pangan. Padahal, esensi hari raya adalah perayaan atas kemenangan takwa dan ampunan dosa yang dicapai melalui peluh ibadah.
Islam memandang hari raya bukan sekadar ajang pesta, melainkan substitusi spiritual yang menggeser tradisi jahiliyah. Menjaga otentisitas Idul Fitri dan Idul Adha adalah upaya merawat prinsip akidah.
Idul Fitri kerap disalahpahami sebagai garis finis untuk bebas bermaksiat. Padahal, kegembiraan yang hakiki harus tetap bersandar pada koridor syariat, bukan perayaan foya-foya yang menghapus pahala.
Perjalanan spiritual Mahershala Ali dari lingkungan pendeta hingga menjadi mualaf peraih Oscar menunjukkan sisi humanis Islam. Baginya, Ramadhan adalah momentum memperkuat koneksi batin yang sempat sunyi.
Menjalani ibadah Ramadhan dan merayakan Idulfitri di negeri minoritas Muslim tentu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Hal itulah yang dirasakan oleh Muhammad Fikri, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh program doktoral di Tampere University, Finlandia.