LANGIT7.ID-, Kalimantan Timur - Beredar luas video yang menampilkan aksi pengadangan sejumlah warga terhadap
Ustaz Abdul Somad (UAS) beserta rombongan saat tiba di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
UAS tiba di Bandara Melalan, Sendawar pada Jumat (3/7) dan disambut tokoh agama, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat, serta masyarakat.
Setibanya di sana, UAS dijadwalkan mengisi Tablig Akbar di Islamic Centre Melak pada Jumat (3/7) malam seusai salat Isya. Lalu keesokan harinya, Sabtu (4/7), ia menghadiri tasyakuran Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dijadwalkan hadir Menteri Agama, KH Nazaruddin Umar, untuk menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas).
Sejumlah tokoh agama berharap seluruh agenda dapat menjadi momentum memperkuat ukhuwah, menjaga kerukunan, serta mempererat persatuan di tengah masyarakat Kutai Barat, Kaltim.
Namun tampaknya rencana kunjungan UAS memicu penolakan, hingga terjadi upaya penghadangan.
Dari video yang beredar luas di media sosial, tampak sejumlah orang menghalangi dan mencegat iring-iringan kendaraan rombongan Ustaz Abdul Somad. Lalu ada pula yang berteriak meminta untuk diberi kesempatan, namun tidak dapat dipahami maksud dari ucapan tersebut.
Baca juga: Ustadz Abdul Somad Ingatkan Bahaya Hoaks di Era AI: Jangan Asal Percaya dan ShareSelain itu, tampak pula beberapa orang berusaha menaiki atap mobil namun berhasil dihalangi petugas dari kepolisian dan TNI. Tapi ada seorang pria berbaju merah yang lolos dan menaiki atap mobil hingga berujung penurunan paksa.
Pada momen tersebut, petugas dari satuan kepolisian maupun jajaran TNI membuat barikade melindungi kendaraan Mitsubishi Pajero yang digunakan UAS. Mobil pun berhasil melintasi area tersebut.
Setelah melalui koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan berbagai pihak, seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan secara tertib dan kondusif.
Hingga kini belum ada konfirmasi mengenai apa alasan di balik pengadangan tersebut. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Barat, Johan Marpaung, mengaku tidak mengetahui secara pasti rinci terkait hal tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan operasional dan penyambutan sepenuhnya diatur oleh pihak panitia dari Islamic Center, sementara pihak Kemenag hanya bertindak sebagai undangan resmi.
"Belum tahu persis seperti apa ceritanya, karena kami hanya sebatas sebagai undangan dan juga tidak ikut ke bandara untuk penjemputan, karena pelaksananya sepenuhnya dari Islamic Center. Tiba-tiba kok ada berita ramai di media," ujar Johan saat dikonfirmasi, mengutip
Kompas, Minggu (5/7/2026).
Begitu pula dari pihak kepolisian setempat, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai asal muasal aksi pengadangan tersebut.
Video tentang peristiwa ini sudah beredar luas melalui berbagai platform media sosial, dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
(lsi)