LANGIT7.ID-, Jakarta - - Sebuah video yang memperlihatkan dua pria yang mengumumkan
status HIV mereka sambil memperlihatkan obat antiretroviral (ARV) beredar cepat di media sosial. Video tersebut langsung
viral dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Dalam video itu, salah satu pria mengaku hidup dengan HIV dan rutin menjalani terapi ARV, sementara pria lainnya mengaku berstatus HIV negatif dan menggunakan PrEP (pre-exposure prophylaxis) sebagai langkah pencegahan penularan HIV.
Baca juga: Ridwan Kamil Tak Sepakat Poligami Sebagai Solusi Tekan HIV/AIDSKeduanya juga menyampaikan pesan agar masyarakat tidak
mendiskriminasi orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).
Video tersebut menjadi sorotan setelah diunggah ulang oleh akun X milik pengguna bernama CakD3pp. Unggahan itu kemudian menuai ribuan respons dan komentar dari warganet.
Sebagian netizen mengkritik cara penyampaian pesan dalam video tersebut dan menilai kontennya berpotensi menimbulkan
kontroversi di tengah masyarakat.
"Remahan kaum Nabi Luth ini memang bebal, mereka nggak peduli sama penyakit. Gue pernah ngobrol, mereka santai aja gitu ngomong bolak balik test HIV, kayak enggak kena sukur, kena juga nggak masalah," kata akun X, @Jac***gi.
"Naudzubillah. Semoga dilindungi dan dijauhkan anak, cucu, dan keturunan kita," sahut akun @aan***_san***i.
Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial menilai video tersebut merupakan bentuk edukasi mengenai pentingnya mengetahui status HIV, menjalani pengobatan secara rutin, serta mengurangi stigma terhadap ODHA.
"Data menunjukkan penyumbang jumlah terbanyak penyakit ini malah dari kaum straight. Saya enggak suka propaganda LGBT, tapi kalau bicara perilaku sexual, kaum straight juga nggak kalah bejadnya. Bahkan kaum religius pun banyak yang bejad," kata akun X @Bad***na.
"Mereka itu niatnya edukasi loh, kok malah dihujat. Justru karena merela berdia viewers jadi tahu kalau sakit harus berobat, kalau belum sakit harus mencegah. Banyak lho bapak-bapak atau ibu-ibu rumah tangga yang menulari hanya karena takut cek. Bahaya malahan," tambah akun @ds6***01.
Baca juga: Jangan Sampai Keliru, Ini Bedanya HIV dan AIDS Menurut laman Kementerian Kesehatan, secara medis terapi antiretroviral (ARV) merupakan pengobatan yang digunakan untuk menekan jumlah virus HIV di dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tetap terjaga.
"ODHA yang meminum ARV secara teratur tanpa tertinggal sekalipun dapat hidup layaknya orang yang tidak menderita HIV/AIDS," jelas Kemenkes, dikutip Senin (8/6/2026).
Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, menggunakan peralatan makan bersama, maupun berada dalam satu ruangan dengan ODHA.
Penularan HIV umumnya terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang terkontaminasi, atau dari ibu ke anak selama kehamilan dan persalinan.
(est)