LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap tanggal 1 Desember diperingati masyarakat sebagai Hari AIDS Sedunia. Tapi masih banyak di antara kita yang belum bisa membedakan apa itu perbedaan antara HIV dan AIDS. Bahkan, sebagian masyarakat menganggap keduanya adalah sama.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah gangguan yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.
Sedangkan AIDS adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV.
Baca juga: Indonesia Targetkan Tahun 2030 Tidak Ada Kematian Akibat AIDSDewan Pengurus Yayasan AIDS Indonesia Bernhard Adilaksono Wahyumandiri menjelaskan, AIDS tidak akan ada jika tidak ada HIV.
"Istilah HIV atau AIDS jadi tidak tepat, lebih tepatnya HIV dan AIDS, karena keduanya berbeda, AIDS ada karena ada HIV." papar Bernhard.
HIV terjangkit biasanya karena ada kegiatan yang berisiko.
"Kegiatan berisiko yang bisa menyebabkan HIV ada adalah kegiatan seks bebas atau yang bukan dengan pasangan sendiri, juga kegiatan penggunaan suntik yang dipakai beberapa orang,".
Umumnya orang yang terjangkit HIV belum merasakan apa pun. Saat gejala-gejala mulai muncul karena gangguan sistem kekebalan tubuh, maka saat itu baru disebut AIDS.
"Jarak waktu antara seorang yang terkena HIV sampai AIDS adalah 5-8 tahun," katanya pada Langit7, Rabu (1/12/2021).
Maka dari itu pentingnya untuk cek HIV dalam tubuh, sehingga bisa ada pencegahan terlebih dahulu.
"Cek HIV kalau di Puskesmas Jakarta gratis ya, jadi kalau ada kegiatan berisiko, mending langsung tes saja." kata Bernhard.
Pengecekan dini sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Karena mengetahui lebih awal dan bisa memperlambat virus hidup.
"Ada banyak kasus orang dengan HIV yang sudah mengetahui sejak dini, kita beri edukasi untuk minum obat dan perawatan, hasilnya AIDS nya baru muncul di atas 10 tahun." terang Bernhard.
Baca juga: 12 Fotografer Lelang Karya untuk Anak yang Hidup dengan HIV"Bahkan ada yang lebih dari 20 tahun baru timbul gejala AIDSnya." imbuhnya.
Yayasan Aids Indonesia (YAI) adalah organisasi sosial nirlaba yang bergerak di bidang penanggulangan epidemi AIDS di Indonesia. Sampai detik ini YAI terus melakukan sosialisasi terkait bahayanya jika seseorang terkena AIDS.
Yayasan yang berkantor pusat di Jakarta ini lebih menekankan kepada pencegahan dan juga pengarahan bahwa orang dengan HIV dan AIDS adalah bukan orang yang mesti dijauhi melainkan untuk dirangkul.
(est)