LANGIT7.ID, Jakarta - Bumame bekerja sama dengan Yayasan AIDS Indonesia (YAIDS), mengajak masyarakat membantu sesama menghentikan kesalahpahaman, pengucilan, serta perlakuan tidak adil lainnya kepada ODHIV/ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
CEO Bumame, James Wihardja mengatakan sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan pihaknya terus meningkatkan, serta memperluas layanan bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
"Kepedulian kami terhadap ODHIV/ODHA diwujudkan dengan kerja sama dengan Yayasan AIDS Indonesia, dan kampanye kami yang ingin melawan stigma dan diskriminasi bagi sahabat ODHIV/ODHA," katanya dalam konferensi dikutip Jumat (2/12/2022).
Baca juga: Kasus HIV di Bandung, Ridwan Kamil: Akumulasi Data 30 TahunSalah satu yang dilakukan yakni melalui gerakan edukasi mengusung tema #AIDstoStop. Gerakan ini juga mengajak insan media sebagai medium untuk mensosialisasikan, fakta serta informasi terkait HIV/AIDS secara lengkap dan objektif. Sehingga stigma dan perilaku diskriminatif pada ODHIV/ODHA semakin berkurang.
Setiap tahunnya, angka paparan HIV pun terus meningkat berdasarkan data dari epidemiologi UNAIDS, hingga tahun 2021 jumlah orang terpapar HIV di dunia mencapai 38,4 juta jiwa.
Menurutnya, melalui gerakan edukasi ini pihaknya berharap masyarakat dapat menanggapi isu HIV/AIDS dengan lebih objektif, serta meningkatkan kepedulian terhadap fungsi dan pentingnya melakukan tes HIV sebagai langkah pencegahan.
Baca juga: Cerita Erick Thohir Peluk ODHA, Warga Binaan PLNSementara itu, Sekretariat Yayasan AIDS (YAIDS) menyampaikan apresiasinya atas upaya menyuarakan kampanye, melawan ketidakadilan dan perilaku diskriminatif kepada sahabat OODHIV/ODHA. Melalui kolaborasi ini akses pencegahan, tes, dan kesetaraan pengobatan dapat diperluas secara optimal.
(sof)