LANGIT7.ID, Jakarta -
Seks bebas merupakan perilaku seksual yang dilakukan tanpa sebuah ikatan pernikahan dan kerap terjadi antara satu pasangan atau satu orang bergonta-ganti pasangan. Perilaku tersebut memiliki banyak dampak buruk, salah satunya terpapar penyakit mematikan.
Merujuk dari
Healthline, Kamis (1/12/2022), terdapat empat penyakit mematikan yang mengintai pelaku seks bebas, yaitu:
- Penyakit radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID)Gonore, klamidia, dan trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual (IMS) umum yang dapat menyebabkan PID jika tidak diobati. Tetapi tidak semua kasus PID disebabkan oleh IMS, sebab infeksi bakteri lain juga dapat berperan.
Baca Juga: Resesi Seks Terjadi di Jepang dan Korsel Akibat Pengabaian AgamaMenurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada sekitar 2,5 juta wanita di Amerika Serikat memiliki riwayat seumur hidup yang dilaporkan didiagnosis dengan PID. Meski infeksi pada organ reproduksi wanita ini tergolong penyakit, namun beberapa orang tidak menunjukkan gejala.
Jika memiliki gejala, mereka akan mengalami seperti nyeri panggul atau perut bagian bawah, rasa sakit saat berhubungan seks vaginal atau saat buang air kecil, pendarahan vagina yang tidak teratur, berat, atau menyakitkan, keputihan yang tidak biasa, mual dan suhu tinggi.
Antibiotik berhasil mengobati PID jika didiagnosis cukup dini. Namun, mereka tidak akan mengobati bekas luka di saluran tuba yang mungkin terjadi.
Jaringan parut ini dapat membuat kehamilan ektopik lebih mungkin terjadi dan juga dikaitkan dengan infertilitas, dengan sekitar 1 dari 10 orang dengan PID menjadi tidak subur sebagai akibatnya. Bahkan lebih parah, PID bisa menjadi sangat berbahaya hingga mengancam jiwa jika infeksi sampai menyebar ke darah.
- Sifilis tersierPenyakit IMS yang disebabkan bakteri Treponema pallidum ini memang bisa muncul tanpa gejala, sehingga kerap tidak disadari pengidapnya. Penyakit ini dapat berdampak serius pada beberapa sistem organ dalam tubuh, yang menyebabkan kehilangan penglihatan, kehilangan pendengaran, hilang ingatan, kondisi kesehatan jiwa, infeksi otak atau sumsum tulang belakang dan penyakit jantung.
Semakin dini sifilis didiagnosis dan diobati, semakin sedikit kerusakan yang ditimbulkannya. Pada tahap akhir di stadium tersier, sifilis sudah mencapai kondisi paling berbahaya dan mematikan.
Baca Juga: Nyeri saat Haid, Apakah Normal atau Gejala Penyakit?- KankerMeskipun beberapa galur HPV (human papiloma virus) penyakit menular seksual (PMS) yang paling umum ini cenderung tidak menyebabkan penyakit, namun galur lain bisa menyebabkan perubahan sel yang abnormal. Hal itu dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker mulut, serviks, vulva, penis dan kanker anus.
Menurut Institut Kanker Nasional, sebagian besar kasus kanker terkait HPV di Amerika Serikat disebabkan oleh HPV 16 dan HPV 18. Penyebab HPV hampir semua adalah kanker serviks, serta lebih dari 90 persen kanker dubur, 75 persen kanker vagina, dan lebih dari 60 persen kanker penis.
Gejala kanker ini bervariasi, tergantung di bagian tubuh mana yang terkena. Pembengkakan dan benjolan, pendarahan, dan rasa sakit bisa menjadi hal biasa. Namun, jika tidak diobati bisa menyebabkan kematian pada penderita.
- HIV/AIDSHIV dapat merusak sistem kekebalan dan meningkatkan risiko tertular virus atau bakteri lain dan mengembangkan kanker tertentu. Dengan pengobatan hari ini, banyak orang dengan HIV berumur panjang, hidup sehat.
Namun jika tidak diobati, virus tersebut dapat menyebabkan AIDS. Tubuh pun menjadi rentan terhadap infeksi dan penyakit serius yang bisa mengakibatkan kematian.
Penderita akan mengalami penurunan berat badan yang cepat, kelelahan ekstrim, luka, infeksi, gangguan neurologis, dan kanker.
Baca Juga:
Si Kecil Memainkan Alat Genital, Orang Tua Wajib Lakukan Hal Ini
(gar)