LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Hantavirus merupakan virus yang menyebar lewat tikus rumah yang hidup di tengah aktivitas manusia sehingga lebih mudah menular di masyarakat. Bahkan melalui debu yang terkontaminasi kotoran tikus pun bisa tertular.
Hantavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome) atau pembuluh darah dan ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome). Virus ini dibawa dan disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penyakit hantavirus tergolong ke dalam penyakit zoonosis, karena penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia. Penularan infeksi hantavirus ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang terinfeksi.
Penyebaran hantavirus bisa menyebar melalui sesuatu yang sering kita anggap sepele. Dalam pedoman nasional disebutkan bahwa penularan terutama terjadi melalui aerosolized excreta dari rodensia. Dengan kata lain, seseorang tidak perlu digigit tikus untuk tertular. Cukup berada di lingkungan dengan manifestasi tikus dan menghirup udara yang terkontaminasi.
![Kenali Cara Penularan Hantavirus Serta Gejalanya yang Kerap Diabaikan]()
(Infografis: Kemenkes)
Berikut ini cara penularan hantavirus:1. Menyentuh feses, liur, atau urine, dari tikus yang terinfeksi hantavirus.
2. Menghirup partikel udara yang mengandung partikel urin, feses, atau saliva tikus.
3. Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi hantavirus.
4. Mengalami luka akibat gigitan tikus yang terinfeksi hantavirus.
5. Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi hantavirus.
Baca juga: Hantavirus di Indonesia Bukan Hal Baru Namun Sering Tidak TerlihatJenis Penyakit disebabkan HantavirusHantavirus tidak hanya satu jenis penyakit. Ia memiliki dua manifestasi utama yang sama-sama berbahaya. Pertama, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Banyak terjadi di Asia dan Eropa, menyerang ginjal dan pembuluh darah dengan gejala demam, perdarahan, gagal ginjal
Gejala awal HFRS:- Demam
- Sakit kepala berat
- Rasa sakit pada punggung dan perut
- Kelelahan
- Pandangan kabur
- Kemerahan di wajah
- Ruam di kulit
Kedua, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Lebih sering ditemukan di Amerika, menyerang paru-paru dengan gejala sesak napas akut dan gagal napas. Case fatality rate (CFR) hantavirus bisa sangat tinggi, bahkan mencapai hingga 50% pada beberapa tipe virus.
Gejala HPS pada tahap awal:- Demam
- Meriang dan tidak enak badan
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Sakit perut dan diare
- Nyeri otot
- Rasa lelah
Di Indonesia sendiri, virus yang paling sering ditemukan adalah Seoul virus (SEOV), yang menyebar melalui tikus rumah (Rattus rattus dan Rattus norvegicus). Karena tikus jenis ini hidup sangat dekat dengan manusia, risiko penularan menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit zoonotik lain yang terbatas pada hutan atau satwa liar.
Penelitian menunjukkan bahwa virus ini telah lama ada di Indonesia, bahkan sejak tahun 1980-an. Indonesia berada pada persimpangan dua faktor risiko ini yaitu iklim tropis dan kepadatan penduduk tinggi. Artinya, risiko hantavirus bukan menurun, tetapi justru berpotensi meningkat.
Baca juga: PB-IDI: Virus HMPV Rentan Serang Anak Usia di Bawah 14 TahunApabila Anda mengalami gejala-gejala seperti disebutkan di atas, sebaiknya segera menemui dokter. Sebagai langkah untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:
1. Tes darah, untuk mengetahui jumlah dan kadar sel-sel darah, kadar protein, kadar elektrolit, serta memeriksa fungsi hati dan ginjal
2. Tes urine, untuk memeriksa fungsi ginjal dan melihat ada tidaknya darah di dalam urine
3. Pemindaian, seperti Rontgen atau CT scan dada pada kasus HPS, untuk mendeteksi gangguan pada paru, seperti edema paru.
4. Tes serologi, untuk mendeteksi antigen hantavirus dalam darah
5. Tes PCR (polymerase chain reaction), untuk mendeteksi hantavirus di dalam darah
(lsi)