Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 16 Januari 2026
home lifestyle muslim detail berita

Waspadai Penyakit Usai Pulang Haji, Simak Tips Jaga Kesehatan Berikut

tim langit 7 Rabu, 18 Juni 2025 - 19:41 WIB
Waspadai Penyakit Usai Pulang Haji, Simak Tips Jaga Kesehatan Berikut
ilustrasi
LANGIT7-surabaya,- - Jamaah haji Indonesia sudah banyak yang kembali ke Tanah Air setelah menjalankan rangkaian ibadah. Tak sedikit jemaah yang kembali dalam kondisi fisik menurun, sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan.

Menurut dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ira Purnamasari ,jemaah haji harus waspada terhadap sejumlah penyakit yang umum terjadi setelah pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Faktor kelelahan, cuaca ekstrem, kepadatan jutaan jemaah, dan perubahan pola hidup selama haji menjadi pemicu

Lantas apa saja penyakit yang rentan terjadi setelah pulang haji?

Pertama, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
ISPA menjadi penyakit paling umum yang dialami jemaah haji. Penyebab utamanya adalah kelelahan, paparan debu, serta kontak dekat dengan orang-orang dari berbagai negara. Gejalanya meliputi batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan.

Kedua, MERS.
Middle east respiratory syndrome (MERS) adalah penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan, yang disebabkan oleh virus MERS-CoV. Penyakit ini banyak ditemukan di negara Timur Tengah.

MERS lebih berisiko menyerang para lansia yang memiliki kekebalan tubuh lemah, serta mengidap penyakit kronis. Gejalanya meliputi demam, batuk, sesak napas, gangguan pencernaan, dan nyeri otot. Komplikasi yang dapat terjadi adalah gagal napas, infeksi yang meluas, gagal organ, hingga kematian.

Ketiga, COVID-19.
COVID-19 merupakan penyakit yang sebelumnya menjadi pandemi. COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Gejalanya meliputi sakit kepala, batuk, demam, sakit tenggorokan, hingga hilangnya kemampuan indera perasa dan penciuman. Virus ini mudah menular bahkan dari orang yang terinfeksi tapi tidak menunjukkan gejala.

Keempat, meningitis.
Meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningen). Gejalanya meliputi nyeri kepala hebat, kaku kuduk, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Kelima, gangguan pencernaan.
Gangguan pencernaan seperti diare rentan dialami oleh jemaah Haji karena adanya perubahan pola makan dan minum, jenis makanan yang berbeda, serta kondisi sanitasi yang mungkin kurang memadai. Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi, terutama di kalangan lansia.

Keenam, kambuhnya penyakit kronis.
Kondisi fisik yang terkuras saat haji dapat memicu kekambuhan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, terutama jika jemaah kurang menjaga pola makan dan minum obat secara teratur.

Dalam keterangannya, Ira juga membagikan cara menjaga kesehatan setelah pulang haji.

Pertama, Istirahat yang Cukup. Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih kembali. Tidur yang cukup dan menghindari aktivitas berat selama beberapa hari pertama setelah kembali ke tanah air dapat mengembalikan stamina tubuh.

Kedua, periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Segera memeriksakan kondisi kesehatan. Hal ini penting untuk mendeteksi dini gejala penyakit yang mungkin timbul atau sedang berkembang.

Ketiga, konsumsi makanan bergizi. Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti buah, sayur, dan protein berkualitas. Hindari makanan berlemak dan tinggi gula.

Keempat, minum air yang cukup. Dehidrasi bisa memperparah berbagai kondisi kesehatan. Mengkonsumsi air putih minimal 2 liter per hari dapat menjaga agar tubuh dapat terhidrasi dengan baik, melancarkan sistem pencernaan, serta membantu fungsi ginjal.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 16 Januari 2026
Imsak
04:18
Shubuh
04:28
Dhuhur
12:06
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan