Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Selamat Berhaji, Saudaraku

tim langit 7 Senin, 25 Mei 2026 - 14:22 WIB
Selamat Berhaji, Saudaraku
Oleh: Nurkhamid Alfi

LANGIT7.ID-Begitu lamanya anda menantikan kesempatan ini. Waktu tunggu begitu lama karena kuota. Dana yang begitu besar anda kumpulkan. Sekarang saatnya anda berhaji, memenuhi panggilan suci.

Setelah harta dan anak di rumah telah dititipkan ke tetangga, maka tatapan hanya tertuju pada perjalanan suci bertamu ke "rumah" Allah.

Biarpun haji anda adalah Tamatu', namun jangan terlena dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan ibadah. Kegiatan anda sebaiknya terpusat pada maktab - masjid haram, maktab - masjid nabawi.

Suatu ketika anda akan tawaf mengelilingi Ka'bah. Anggap pelataran Ka'bah adalah ruang tamu Allah. Tutup buku manasik. Bersopan santunlah dengan "Pemilik Rumah". Bersikaplah sebagai tamu yang baik. Anda sedang bertamu pada Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Ghoffar, Al-Ghoffur, Ar-Razak, Al-Wahhab, As-Syakur. Bertutur kata dengan lembut dalam senandung do'a, puji-pujian, keluh kesah minta ampun dengan cucuran airmata, dengan bahasa yang anda fahami. Sesungguhnya Allah merasa senang dengan linangan airmatamu itu.

Jangan pernah egois dengan memaksakan diri mencium Hajar Aswad, sementara anda mendholimi orang lain. Jangan memaksa do'a di tempat mustajab bila tidak memungkinkan. Jaga Haji anda sesuai Syari'at dengan penuh khusuk dan ikhlas. Karena, kemabruran itu tidak gampang anda capai.

Di Pelataran Ka'bah itu. Syahdan, diriwayatkan oleh sebuah kitab, terjadi dialog antara Malaikat, yang didengar oleh ahli ibadah yang sedang setengah tidur karena kelelahan. "Ada berapa jama'ah yang berhaji tahun ini?" Malaikat lainnya menjawab: "lebih dari satu juta...". Pertanyaan berikutnya: "ada berapa yang mabrur..."? Dijawab: "...hanya ada dua orang. Itu pun yang satu tidak berada di sini. Dia sedang bekerja di sebuah desa di negeri Yaman".

Terperanjatlah ahli ibadah itu sambil menangis dan terus berpikir: hanya ada dua orang yang mabrur.

Selepas haji, saking penasarannya, dia mencari orang yang mabrur tetapi tidak berhaji itu. Alhasil, diketemukanlah seorang tukang sol sepatu yang sedang sibuk bekerja. Setelah panjang lebar berdialog, disimpulkan oleh ahli ibadah tersebut bahwa orang ini bertahun-tahun mengumpulkan uang untuk pergi haji. Setelah terkumpul, dan rencana tahun itu pula mau berangkat haji, tiba-tiba batal. Karena, tabungan haji itu "terpaksa" diberikan kepada tetangganya yang sangat membutuhkan dana untuk berobat.

Saudaraku..., apakah kisah di kitab di atas benar atau tidak, hanya Allah yang tahu. Setidaknya ada dua gambaran yang bisa kita petik. Pertama, kemabruran dalam berhaji membutuhkan keikhlasan dalam berniat, tata cara berhaji sesuai tuntunan Rosul dan hati yang selalu terpaut dengan Allah.

Kedua, Belum tentu orang yang belum berhaji tidak memperoleh kemabruran. Kejadian di kampung-kampung banyak para alim yang belum berhaji tetapi dalam kesehariannya mencirikan kemabruran.

Saudaraku, berhaji tidak mencari titel. Jangan pernah anda membanggakan titel itu. Wallahu'alam (warga muhammadiyah grand wisata*)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)