LANGIT7.ID-, Jakarta - - Linimasa
Facebook diramaikan oleh unggahan yang menyebut Presiden
Pantai Gading, Alassane Ouattara, menunaikan
ibadah haji dengan dana pribadi serta menolak berbagai fasilitas resmi yang disediakan pemerintah
Arab Saudi.Postingan itu diunggah oleh akun Facebook “Yanti Yans” yang memuji Alassane Ouattara sebagai pemimpin rendah hati. Dalam unggahan tersebut, Ouattara digambarkan bermalam di tanah bersama jutaan
jamaah haji lainnya tanpa pengamanan khusus ataupun layanan mewah dari negara.
Baca juga: Presiden Pantai Gading Berbaring di Tanah Suci, Tolak Fasilitas Mewah dan Pengawal, Benar Benar Pejabat Yang LangkaNamun menurut hasil penelusuran situs
pemeriksa fakta yang berbasis di India, Factly, menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak memiliki bukti yang valid.
Dalam laporannya
Factly mengungkapkan bahwa tidak ada bukti Alassane Ouattara menjalankan ibadah haji dan menolak protokol resmi dari Arab Saudi.
Foto yang viral di media sosial juga tidak dapat dipastikan sebagai foto Alassane Ouattara.
Faktanya, Alassane Ouattara memang pernah melaksanakan ibadah haji pada tahun 2018 bersama keluarga dan sejumlah tokoh Pantai Gading atas undangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Dalam dokumentasi resmi, Ouattara tetap mendapat sambutan serta pengawalan dari otoritas Saudi selama menjalankan rangkaian ibadah.
Selain itu, pada April 2022, Ouattara kembali mengunjungi Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, seperti dilaporkan
Saudi Gazette. Kedatangannya disambut pejabat serta aparat keamanan Kerajaan Saudi Arabia.
Platform
Anti-Rumours Authority dari Arab Saudi juga pernah membantah narasi yang beredar tersebut. Mereka menegaskan sosok dalam foto viral bukan Presiden Pantai Gading dan menyebut klaim tentang penolakan protokol Saudi sebagai informasi yang tidak benar.
Baca juga: Kisah Hartanti Jamaah Asal Aceh Tamiang: Bersyukur Bisa Ibadah Haji Meski Rumah Hancur Akibat BanjirLembaga pemeriksa fakta AFP
Arabic Fact Check turut menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti Ouattara menjalankan ibadah haji seorang diri tanpa rombongan maupun pengamanan resmi. Dokumentasi resmi justru memperlihatkan dirinya didampingi pejabat dan aparat keamanan selama berada di Arab Saudi.
Foto yang beredar diduga merupakan tangkapan layar lama jamaah haji yang bermalam di Muzdalifah dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Presiden Pantai Gading.
Kesimpulannya, klaim bahwa Presiden Pantai Gading menolak fasilitas resmi Pemerintah Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji adalah informasi menyesatkan dan belum terbukti kebenarannya.
Umat Muslim diimbau lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi bernuansa religius di media sosial serta memastikan kebenaran sumber sebelum membagikannya kepada publik.
(est)