LANGIT7.ID, Jakarta - Kurangnya pengetahuan masyarakat akan HIV-AIDS menjadi salah satu faktor masih tingginya kasus baru orang hidup dengan HIV.
Berdasarkan data modeling AEM, tahun 2021 diperkirakan ada sekitar 526.841 orang hidup dengan HIV dengan estimasi kasus baru sebanyak 27 ribu kasus. Ironisnya, sekitar 40 persen dari kasus infeksi baru tersebut terjadi pada perempuan.
“Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak masih memerlukan penguatan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Imran Pembudi dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (1/12/2022).
Baca juga: Capaian Eliminasi HIV AIDS di Indonesia Masih Jauh dari TargetImran menjelaskan, penguatan strategi triple 95 dilakukan dengan menggencarkan promosi kesehatan, upaya pencegahan perilaku beresiko, penemuan kasus (skrining, testing, tracing) dan tatalaksana kasus.
Triple 95 atau 95-95-95 adalah indikator 95 persen estimasi Orang Dengan HIV (ODHIV) diketahui status
HIV-nya, 95 persen ODHIV diobati dan 95 persen ODHIV yang diobati mengalami supresi virus.
Sayangnya dari data tahun 2018-2022, capaian target tersebut khususnya pada perempuan, anak dan remaja masih belum optimal.
Sebab, baru 79 persen Orang Dengan HIV (ODHIV) mengetahui status HIV-nya, 41 persen ODHIV yang diobati dan 16 persen ODHIV yang diobati mengalami supresi virus.
Baca juga: Jangan Sampai Keliru, Ini Bedanya HIV dan AIDSUntuk itu, Kemenkes mencantumkan strategi pengendalian
HIV-AIDS sebagai bagian dari Standar Pelayanan Minimum di Fasyankes.
Strategi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan kepada semua siklus hidup mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah dasar, remaja, dewasa dan lansia.
Hal ini untuk memastikan setiap orang mendapatkan pelayanan pencegahan dan pengobatan sesuai kebutuhannya.
“Setiap orang yang berisiko terinfeksi HIV dapat datang ke fasyankes untuk melakukan tes. Bila hasil tes menyatakan terinfeksi HIV, segera minum ARV yang disediakan Pemerintah di fasilitas layanan kesehatan mampu tes dan pengobatan HIV,” ujarnya.
(sof)