LANGIT7.ID-, Jakarta - - Program
Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah berjalan satu tahun dan dinilai telah menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kini, pemerintah mengubah fungsi CKG yaitu tidak hanya sekadar mendeteksi penyakit, tetapi juga mengobati.
Pemerintah memastikan masyarakat yang datang melakukan
CKG, apabila terdeteksi penyakit maka bisa langsung mendapatkan pengobatan.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI
Budi Gunadi Sadikin menegaskan, perubahan pendekatan ini menjadi pembeda utama CKG tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
"Yang paling penting sekarang, cek kesehatan gratis itu bukan hanya dicek, tapi juga diobati. Kalau tekanan darahnya normal tidak perlu diobati, tapi kalau tinggi harus diobati. Gula darah juga sama, kalau tinggi harus langsung diobati," ujar Menkes di Semarang, mengutip dari laman Kemenkes, Jumat (13/2/2026).
Menkes menambahkan, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes kerap dianggap sepele karena tidak langsung menimbulkan keluhan. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, dampaknya bisa fatal.
Selain fokus pada pengobatan,
Menkes juga mendorong agar CKG dilakukan secara rutin minimal satu kali setiap tahun, terutama bagi masyarakat dengan faktor risiko penyakit kronis. Ia mengingatkan masyarakat untuk mengecek Kesehatan setiap tahun.
"Cek kesehatan gratis itu harus dilakukan setiap tahun sekali. Apalagi kalau sudah punya darah tinggi atau gula, itu wajib rutin," imbuh Menkes.
Baca juga: Riset Kemenkes Klaim Kunjungan ke Dokter Gigi Masih Rendah, Enzim Punya Strategi Jitu Ubah Kebiasaan MasyarakatPelaksanaan CKG juga kini diperluas, tidak hanya di puskesmas, tetapi menjangkau sekolah, tempat kerja, hingga berbagai institusi lainnya.
COntohnya di Kota Semarang, perluasan ini membuahkan hasil positif. RSUP dr. Kariadi bersama pemerintah daerah berhasil mencatatkan rekor MURI dengan melaksanakan CKG di 53 perusahaan dalam waktu kurang dari lima hari.
"Kalau karyawannya sehat, keuangannya juga sehat. Jangan tunggu sakit baru periksa," ujar Menkes.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan capaian CKG terus meningkat. Hingga awal 2026, lebih dari 4,5 juta masyarakat telah mengikuti CKG, dengan fokus utama pada deteksi dan pengobatan hipertensi, diabetes, obesitas, serta masalah kesehatan gigi yang masih menjadi keluhan lintas usia.
"Tujuan akhirnya sederhana, jangan sampai masyarakat terlambat berobat. Jalur utama agar masyarakat sehat bukan hanya tahu, tapi benar-benar memastikan kita tidak sedang kurang sehat," tegasnya.
(lsi)