LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memberikan sejumlah tips pencegahan "
heat stroke" atau serangan panas saat pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (
Armuzna).
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo menjelaskan heat stroke adalah situasi kedaruratan yang dapat mengancam jiwa, jika tidak ditangani dengan cepat.
Baca juga: Jelang Armuzna, Kemenkes Siapkan Obat dan Alat-alat Kesehatan"Heat stroke terjadi ketika
suhu udara tinggi dan tubuh tidak lagi mampu mengontrol suhunya sendiri sehingga menyebabkan suhu inti tubuh meningkat drastis mencapai di atas 40 derajat Celsius atau 104 derajat Fahrenheit,” ungkap Liliek Marhaendro dalam keterangan resmi, dikutip Ahad (1/6/2025).
Liliek mengungkapkan, serangan panas dapat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot.
Adapun gejala umumnya meliputi, suhu tubuh sangat tinggi, kulit panas, merah, dan kering (atau terkadang lembap jika masih ada keringat,
sakit kepala berdenyut, pusing dan kebingungan.
"Mual dan muntah, denyut nadi cepat dan kuat, dan hilang kesadaran atau
kejang," ungkap Liliek.
Kementerian Kesehatan bersama dengan
Kementerian Agama tak henti-henti mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya.
“Kami tak bosan-bosan mengimbau agar para jemaah menjaga kesehatannya, diatur minum air putih/
zamzamnya hingga mencapai 2 liter dan cegah dehidrasi dengan rutin minum
oralit. Bagi jemaah yang mempunyai riwayat penyakit
komorbid harap selalu menyediakan obat-obatannya di tas kecil yang selalu dibawa,” jelasnya.
Baca juga: Pengertian Armuzna, Rangkaian Puncak Ibadah Haji di MekkahLiliek kemudian memaparkan langkah-langkah yang bisa dilakukan para jamaah sebagai upaya mencegah heat stroke.
"Minum air putih dengan teratur, jangan menunggu haus. Minumlah air putih sesering mungkin, sedikit demi sedikit, setiap 15-20 menit," kata Liliek.
Ia juga menyarankan agar para jamaah untuk memanfaatkan air zamzam, rutin minum oralit sebagai pengganti
elektrolit tubuh yang hilang, juga menghindari minuman manis dan berkafein.
"Bawa botol minum pribadi dengan selalu menyediakan botol minum yang dapat diisi ulang," saran Liliek.
Lebih lanjut, Liliek mengingatkan pada jamaah untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan pelindung kepala seperti topi, payung, atau kanebo dan handuk basah.
"Cari tempat berteduh, sebisa mungkin, hindari beraktivitas di bawah terik matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00. Manfaatkan tenda atau area yang teduh," tambahnya.
Liliek mengimbau jamaah untuk istirahat cukup untuk memulihkan stamina dan jangan memaksakan diri.
"Jika merasa lelah, pusing, atau tidak enak badan, segera beristirahat. Jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang terlalu berat," ujar Liliek.
Baca juga: Ibadah Haji: Ingatlah Hari yang Agung 10 DzulhijjahSementara untuk menjaga energi dan daya tahan tubuh, Liliek meminta jamaah selalu mengonsumsi makanan tepat waktu dengan nutrisi seimbang.
"Manfaatkan teknologi sederhana. Semprotan air yang berisi air dingin atau air zamzam sehingga dapat memberikan efek sejuk dan membantu menurunkan suhu tubuh. Kipas angin genggam/portabel atau kipas manual dapat membantu sirkulasi udara di sekitar tubuh," imbaunya.
Dia juga mengimbau jamaah haji untuk segera mencari pertolongan jika menunjukkan gejala heat stroke.
“Semoga dengan tips-tips mencegah heat stroke ini, para jemaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di Armuzna dengan aman, nyaman, dan khusyuk, sehingga memperoleh haji yang mabrur. Ingat, kesehatan adalah modal utama dalam beribadah,” tutup Liliek.
Sebagai informasi, rencananya jamaah haji RI akan mulai diberangkatkan secara bertahap ke Padang Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah 1446 H (4 Juni 2025).
Jamaah akan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1446 H (5 Juni 2025), yakni selepas matahari mulai tergelincir atau bakda zuhur.
(est)