LANGIT7.ID-Jakarta; Barang bawaan jamaah menjadi perhatian utama dalam operasional bus salawat selama musim haji 1447 Hijriah. Petugas mengingatkan agar jamaah tidak membawa perlengkapan berlebihan, terutama barang bernilai tinggi, saat menuju Masjidil Haram.
Dilansir dari situs MUI, Kamis (30/4/2026), imbauan ini bertujuan meminimalkan risiko barang tertinggal di dalam bus atau tercecer ketika jamaah menjalankan ibadah. Kebiasaan membawa banyak barang dinilai kerap memicu persoalan kehilangan yang sebenarnya bisa dihindari.
Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, menegaskan bahwa jamaah sebaiknya hanya membawa barang yang benar-benar diperlukan. Barang berharga dianjurkan untuk disimpan di hotel masing-masing demi keamanan.
Sebagai gantinya, jamaah diminta selalu membawa kartu rute bus salawat. Kartu ini berfungsi sebagai panduan penting selama perjalanan, terutama jika jamaah mengalami kesalahan naik bus atau salah jalur.
Syarif menjelaskan, jamaah cukup mencocokkan warna serta nomor rute pada kartu dengan stiker yang terpasang di badan bus. Dengan cara tersebut, potensi tersesat dapat ditekan seminimal mungkin.
Untuk musim haji tahun ini, PPIH Arab Saudi menyediakan 21 rute bus salawat dengan nomor 1 hingga 21 tanpa nomor ganda. Skema ini dibuat agar jamaah lebih mudah mengenali jalur sesuai sektor pemondokan masing-masing.
Layanan bus salawat beroperasi selama 24 jam penuh dan melayani 10 sektor yang tersebar di lima wilayah pemondokan, yaitu Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Seluruh fasilitas ini diberikan secara gratis kepada jamaah.
Jamaah juga diingatkan agar tidak memberikan tip kepada sopir. Layanan transportasi tersebut telah dibayarkan melalui kontrak antara PPIH Arab Saudi dengan enam syarikah penyedia transportasi.
Sementara itu, pergerakan jamaah haji Indonesia mulai memasuki tahap lanjutan. Sejak 30 April 2026, jamaah gelombang pertama dijadwalkan bergerak dari Madinah menuju Makkah.
Sebanyak 12 kloter akan diberangkatkan, dimulai dari kloter pertama Embarkasi Yogyakarta. Pergerakan ini sekaligus menandai optimalnya layanan transportasi di Makkah, termasuk operasional bus salawat bagi jamaah Indonesia.
(lam)