LANGIT7.ID, Jakarta,- - Berangkat menuju Tanah Suci untuk menunaikan
ibadah haji selalu menjadi peristiwa yang sarat emosi. Di dalamnya berpadu rasa haru, kebahagiaan, sekaligus kebanggaan, baik bagi calon jamaah maupun keluarga yang ditinggalkan.
Tak jarang, suasana pelepasan diliputi perasaan yang berlapis. Di satu sisi, keluarga bersyukur karena orang tercinta mendapat panggilan Allah SWT untuk berhaji. Namun ada juga keharuan karena harus berpisah sementara waktu.
Baca juga: Panduan Ihram 2026: Perempuan Haid dan Nifas Tetap Sah Melaksanakan Ibadah HajiDalam
ajaran Islam, umat muslim dianjurkan untuk mendoakan saudara atau kerabat yang akan berangkat haji. Doa tersebut menjadi bentuk kepedulian dan kasih sayang, sekaligus
ikhtiar spiritual yang mengiringi perjalanan ibadah mereka.
Keutamaan Mendoakan Sesama MuslimMendoakan sesama muslim memiliki nilai keutamaan yang besar. Syekh Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya yanng menukil riwayat Abu Bakarash-Shiddiq menyebutkan bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya yang dipanjatkan dengan tulus karena Allah termasuk
doa yang mustajab.
عَنِ الصُّنَابِحِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ: أَنَّ دُعَاءَ الْأَخِ لِأَخِيهِ فِي اللَّهِ يُسْتَجَابُ
“Dari ash-Shunabihi, bahwa ia mendengar Abu Bakar ash-Shiddiq berkata: ‘Sesungguhnya doa seorang saudara untuk saudaranya karena Allah adalah doa yang dikabulkan.’” (Al-Jami’ al-Kabir [Kairo: al-Azhar asy-Syarif], vol. 14, h. 90)Bahkan, malaikat ikut mengamini serta mendoakan kebaikan serupa bagi orang yang memanjatkannya. Artinya, saat seseorang mendoakan jamaah haji, ia sejatinya juga sedang mengetuk pintu kebaikan bagi dirinya sendiri.
Para ulama salaf juga mencontohkan kebiasaan mulia ini. Mereka kerap mendahulukan doa untuk orang lain sebelum berdoa untuk diri sendiri, dengan harapan malaikat akan mendoakan hal yang sama bagi mereka.
Baca juga: Menuju Titik Nadir Penyerahan Diri: Tafsir Ibadah Haji di Balik Keagungan BaitullahSyekh Mulla al-Qari (wafat 1014 H) menjelaskan:
قِيْلَ: كَانَ بَعْضُ السَّلَفِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ لِنَفْسِهِ يَدْعُو لِأَخِيْهِ الْمُسْلِمِ بِتِلْكَ الدَّعْوَةِ، لِيَدْعُوَ لَهُ الْمَلَكُ بِمِثْلِهَا فَيَكُونَ أَعْوَنَ لِلِاسْتِجَابَةِ
“Dikatakan bahwa sebagian kalangan salafusshalih apabila hendak berdoa untuk dirinya sendiri, terlebih dahulu ia mendoakan saudaranya sesama muslim dengan doa yang sama, agar malaikat mendoakan untuknya semisal itu pula. Dengan demikian, hal tersebut lebih membantu terkabulnya doa.” (Mirqah al-Mafatih Syarh al-Misykah al-Masabih [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 4, h. 1526)Oleh karena itu, melepas keberangkatan calon jamaah haji tidak sekadar menjadi momen seremonial, tetapi juga waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Momentum ini termasuk saat yang baik untuk memohon kebaikan bagi mereka yang akan menunaikan ibadah.
Doa-Doa yang Dianjurkan Saat Melepas Jamaah HajiBerikut sejumlah doa yang dapat dibaca saat mengantar keberangkatan ibadah haji, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis dan dianjurkan para ulama:
1. Doa Perlindungan, Ampunan, dan Petunjuk
فِي حِفْظِ اللَّهِ وَفِي كَنَفِهِ، زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَوَجَّهَكَ فِي الْخَيْرِ حَيْثُ مَا كُنْتَ
Fī ḥifdhillāhi wa fī kanafihī, zawwadakallāhu at-taqwā, wa ghafara dzanbaka, wa wajjahaka fī al-khairi ḥaitsu mā kunta.Artinya: “Dalam perlindungan Allah dan dalam penjagaan-Nya. Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan mengarahkanmu kepada kebaikan di mana pun engkau berada.” (Ad-Du’a li Thabrani [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 259)
Baca juga: Ibadah Haji: Ingatlah Hari yang Agung 10 DzulhijjahDoa ini mengandung harapan agar perjalanan senantiasa berada dalam perlindungan Allah, disertai bekal takwa dan ampunan.
2. Doa Menitipkan Agama dan Amanah
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Astawdi’ullāha dīnaka wa amānataka wa khawātīma ‘amalika.Artinya: “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu.” (Amal al-Yaum wa al-Lailah [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol. 1, h. 357)
Makna doa ini menegaskan pentingnya menjaga agama, tanggung jawab, serta harapan akan akhir kehidupan yang baik.
3. Doa Memohon Perlindungan dan Kemudahan Perjalanan
اللَّهُمَّ احْمِلْ عَلَيْهَا فِي سَبِيْلِكَ فَإِنَّكَ تَحْمِلُ عَلَى الْقَوِيِّ وَالضَّعِيفِ، وَالرَّطَبِ وَالْيَابِسِ فِيْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
Allāhumma iḥmil ‘alaihā fī sabīlika fa’innaka taḥmilu ‘alā al-qawiyyi wad-dla‘īfi, war-rathabi wal-yābisi fī al-barri wal-baḥri.Artinya: “Ya Allah, bawalah kami di atas kendaraan ini di jalan-Mu, karena sesungguhnya Engkau membawa yang kuat maupun yang lemah, yang basah maupun yang kering, di darat maupun di laut.” (Shahih Ibn Hibban [Beirut: Dar Ibn Hazm], vol. 7, h. 418)
Doa ini mencerminkan permohonan agar perjalanan haji berjalan lancar dan senantiasa dalam perlindungan-Nya.
4. Doa agar Ibadah Diterima
تَقَبَّلَ اللَّهُ سَعْيَك، وَأَعْظَمَ أَجْرَكَ
Taqabbalallāhu sa’yaka, wa a’dhama ajraka.Artinya: “Semoga Allah menerima usahamu dan melipatgandakan pahalamu.” (Al-Furu’ wa Tashih al-Furu’ [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol. 10, h. 233)
Baca juga: Kumpulan Doa Ketika Mendapat Ujian dari Allah TaalaDoa ini menjadi harapan agar seluruh rangkaian ibadah haji diterima oleh Allah SWT.
5. Doa Memohon Haji Mabrur
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Allāhummaj’alhu ḥajjan mabrūran wa dzanban maghfūran.Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajinya sebagai haji yang mabrur dan dosanya sebagai dosa yang diampuni.” (Ad-Du’a li Thabrani [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 276)
Inilah doa utama yang diharapkan bagi setiap jamaah haji, yakni memperoleh predikat haji mabrur. (Sumber: MUI)
(est)