LANGIT7.ID-Jakarta; Menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji menjadi prioritas utama bagi jamaah Indonesia, terutama kelompok lanjut usia. Karena itu, jamaah diingatkan agar tidak memaksakan diri menjalankan Shalat Arbain di Masjid Nabawi jika kondisi kesehatan tidak mendukung.
Imbauan ini muncul karena rangkaian ibadah inti haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menuntut stamina yang prima. Aktivitas ibadah tambahan seperti Shalat Arbain dinilai tidak boleh mengganggu kesiapan fisik jamaah menghadapi fase terpenting tersebut.
Petugas Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Anis Diyah Puspita, menegaskan bahwa Shalat Arbain bukan bagian wajib dalam ibadah haji. “Shalat Arbain bukan sesuatu yang harus dituntut kepada Jamaah. Yang terpenting adalah menjaga kondisi agar tetap prima untuk puncak haji,” ujar Anis di Bandara Madinah, dikutip dari situs MUI, Senin (27/4/2026).
Shalat Arbain sendiri merupakan pelaksanaan shalat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, yang biasanya diselesaikan dalam delapan hari. Meski banyak jamaah berupaya menuntaskannya, kondisi kesehatan tetap harus menjadi pertimbangan utama, khususnya bagi lansia.
Anis mengingatkan agar keinginan menyempurnakan ibadah tersebut tidak berujung pada kelelahan atau sakit saat wukuf di Arafah, yang merupakan rukun haji dan tidak dapat ditinggalkan. Jamaah tetap dipersilakan beribadah di Masjid Nabawi selama mampu, namun tidak perlu memaksakan diri.
“Silakan shalat di Nabawi, tetapi jika kondisi tidak fit, tidak apa-apa melaksanakan shalat di hotel. Tidak perlu memaksakan diri,” katanya.
Data menunjukkan, dari total sekitar 203 ribu jamaah haji reguler Indonesia tahun ini, sebanyak 44.432 merupakan lansia. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi para pendamping, ketua regu, ketua rombongan, serta petugas haji.
Saat ini, jamaah gelombang pertama yang mulai tiba sejak 22 April 2026 berada di Madinah selama kurang lebih sembilan hari sebelum diberangkatkan ke Makkah. Sementara itu, jamaah gelombang kedua dijadwalkan mulai tiba melalui Bandara Jeddah pada 7 Mei 2026.
Seluruh jamaah dijadwalkan menjalani puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026. Oleh karena itu, menjaga kebugaran sejak berada di Madinah menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan optimal.
(lam)