LANGIT7.ID, Jakarta - Katib Syuriyah
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Moqsith Ghazali menegaskan tidak ada data yang menyatakan praktik poligami dapat menahan laju penularan HIV/AIDS. Hal itu menanggapi pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum yang mengusulkan agar para suami diizinkan poligami untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS.
"Bahkan jika pelaku poligami tetap menjalankan aktivitas seksual tidak sehat, maka yang bersangkutan bisa menularkan penyakit pada istri-istrinya termasuk
HIV/AIDS," ujar Kiai Moqsith dikutip dari laman NU, Rabu (31/9/2022).
Baca Juga: Kasus HIV di Bandung, Ridwan Kamil: Akumulasi Data 30 TahunMenurut Kiai Mosqith,
poligami meniscayakan beberapa syarat. Mulai dari kemampuan material finansial dan biologis hingga mampu etika moralnya untuk berbuat adil kepada istri-istrinya.
"Dengan syarat itu, tidak semua laki-laki memiliki kemampuan berpoligami karena perlu mempertimbangkan semuanya. Adil menurut kita (kaum laki-laki) belum tentu adil menurut orang lain, sehingga perlu memikirkan matang-matang terkait keinginan untuk berpoligami," katanya.
Kiai Mosqith menuturkan bahwa poligami merupakan pilihan seseorang. Namun, sebagian besar para Rais Am PBNU itu tidak berpoligami.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Terinfeksi HIV, Seks Bebas Jalur Penularan Pertama"Kiai Sahal Mahfudh saja tetap bertahan dengan memiliki satu istri, meskipun beliau tidak dikaruniai anak secara biologis. Kita juga bisa melihat sosok-sosok panutan lainnya yang merasa cukup dengan memiliki satu istri," tutur Kiai Mosqith.
Sebelumnya, Uu mengusulkan agar laki-laki diizinkan berpoligami sebagai solusi pencegahan HIV/AIDS. Uu menyatakan bahwa menikah dan poligami akan menjauhkan diri dari perbuatan zina yang berpotensi menularkan HIV/ AIDS kepada para istri dan anak-anaknya.
"Dari pada seolah-olah dia (suami) tidak suka begitu, tapi akhirnya kena (HIV/AIDS) ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau asal siap adil kenapa tidak? Makanya daripada ibu kena (HIV/ AIDS) sementara ketahuan suami seperti itu mendingan diberikan keleluasaan untuk poligami," kata Uu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/8).
Baca Juga:
Prof Zubairi Djoerban: Setia Jadi Kunci Tidak Tertular HIV
Ratusan Mahasiswa Bandung Terinfeksi, Kenali Gejala Awal HIV
Mengenal Terapi Anti Retroviral, Cara Cegah Penularan HIV(asf)