LANGIT7.ID - , Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari
Kota Bandung, di mana ratusan
mahasiswa dan ibu rumah tangga positif
HIV (human immunodeficiency virus).
Data dari Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Kota Bandung melaporkan dari total 5.943 kasus yang ada terdapat 414 kasus atau sebesar 6.97 persen mahasiswa Bandung yang terinfeksi HIV.
Baca juga: Anggota DPR: Kasus HIV Akibat Penyimpangan Seksual Terus Meningkat
Apa Gejala HIV?
Merujuk dari hiv.gov, ada beberapa
gejala HIV tetapi tidak semua orang akan memiliki gejala yang sama. Hal tersebut tergantung pada orangnya dan tingkat stadium penyakit mereka.
Ada dua tahap HIV dan beberapa gejala yang mungkin dialami orang.
Tahap infeksi HIV akut
Dalam 2 sampai 4 minggu setelah
terinfeksi HIV, sekitar dua pertiga orang akan mengalami penyakit seperti
flu. Ini adalah respons alami tubuh terhadap infeksi HIV.
Baca juga: Pasien Wanita dengan HIV Sembuh setelah Jalani Transplantasi Sel IndukGejala seperti flu dapat meliputi, seperti
demam, panas dingin, ruam, keringat malam, nyeri otot, sakit tenggorokan,
kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ulkus mulut.
Gejala-gejala ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Tetapi beberapa orang tidak memiliki gejala sama sekali selama tahap awal HIV ini.
Jangan berasumsi bahwa Anda mengidap HIV hanya karena Anda memiliki salah satu dari gejala-gejala tersebut. Ingat, gejalanya bisa mirip dengan yang disebabkan oleh penyakit lain. Tetapi jika berpikir Anda mungkin telah terpapar HIV, maka lakukan tes HIV.
Tahap latensi klinis
Pada tahap ini, virus masih berkembang biak, tetapi pada tingkat yang sangat rendah. Orang dalam tahap ini mungkin tidak merasa sakit atau memiliki gejala apa pun. Tahap ini juga disebut infeksi HIV kronis.
Baca juga: Capaian Eliminasi HIV AIDS di Indonesia Masih Jauh dari TargetOrang dapat bertahan dalam tahap ini selama 10 atau 15 tahun, tetapi beberapa melewati tahap ini lebih cepat setelah pengobatan.
Jika Anda meminum obat HIV persis seperti yang ditentukan dan mendapatkan serta mempertahankan viral load yang tidak terdeteksi, Anda dapat hidup dan panjang umur serta sehat dan tidak akan menularkan HIV ke pasangan HIV-negatif melalui hubungan seks.
Tetapi jika viral load terdeteksi, Anda dapat menularkan HIV selama tahap ini, bahkan ketika Anda tidak memiliki gejala. Penting untuk mengunjungi penyedia layanan kesehatan secara teratur untuk memeriksakan viral load Anda.
(est)