Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Jual Bubur, Menekuni Tenis Lapangan Akhirnya Bisa Wujudkan Mimpi Masuk UGM

tim langit 7 Selasa, 05 Agustus 2025 - 10:52 WIB
Dari Jual Bubur, Menekuni Tenis Lapangan Akhirnya Bisa Wujudkan Mimpi Masuk UGM
LANGIT7.ID-Jogja; Sebuah raket tenis dan buku psikologi mungkin terlihat seperti dua hal yang berbeda, tetapi bagi Dirgantara Fath Sulthan Alif (19), keduanya adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kampus impian. Pemuda asal Purwokerto ini membuktikan bahwa prestasi di lapangan tenis bisa menjadi jalan menuju bangku kuliah di Program Studi Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) Olahraga.

Ketekunan yang Membuahkan Prestasi
Dirga, panggilan akrabnya, sudah mengenal tenis sejak kelas 3 SD. Apa yang awalnya hanya sekadar hobi, perlahan berubah menjadi passion yang serius. "Saya mulai menyadari, ini bukan sekadar permainan, tapi sesuatu yang bisa saya tekuni," kenangnya.

Disiplin latihan membawanya meraih berbagai pencapaian, seperti Juara 3 Nasional di Amman Mineral Junior Tennis Championship 2019, Juara 2 POPDA Jawa Tengah 2023, dan Juara 1 POPDA Jawa Tengah 2024. Setiap turnamen bukan hanya tentang medali, melainkan juga pelajaran mental—bagaimana tetap fokus di bawah tekanan dan bangkit dari kekalahan.

Lebih dari Sekadar Atlet
Meski sibuk berlatih, Dirga tak melupakan pendidikan. Ia aktif di OSIS, Paskibra, dan bahkan sempat menjadi brand ambassador pelajar. Keterlibatannya di Forum Anak Banyumas juga membuka matanya tentang pentingnya empati, terutama saat berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

Minatnya pada psikologi tumbuh dari pengalamannya sebagai atlet. "Saya penasaran, kenapa seseorang bisa merasa gugup, percaya diri, atau termotivasi. Saya ingin memahami manusia lebih dalam," ujarnya.

Dukungan Keluarga: Modal Terbesar
Keluarga menjadi penyemangat terbesarnya. Ayahnya, seorang buruh jasa dan penjual bubur ayam, serta ibunya yang mengurus rumah tangga, selalu mendukungnya dengan sepenuh hati. Bahkan, sang ayah rela menjual Vespa kesayangannya demi pendidikan anak-anaknya.

Saat Dirga dinyatakan lolos UGM, air mata kebahagiaan tak terbendung. "Rasanya semua perjuangan terbayar," kata Epi Yandri, ayah Dirga.

Kini, dengan semangat baru, Dirga siap menjalani petualangan akademiknya. Ia bertekad tak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat. "Saya ingin membuktikan, latar belakang sederhana bukan penghalang untuk meraih mimpi besar," tandasnya.

Cerita Dirga adalah bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga bisa mengantarkan siapa pun ke gerbang kesuksesan—bahkan hingga ke kampus bergengsi seperti UGM.(*/saf/ugm)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)