Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan untuk proses penyelidikan atas laporan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Jokowi terhadap sejumlah pihak itu masih terus berlanjut di Polda Metro Jaya.
Dalam penyelidikan yang mencakup 13 lokasi, termasuk SMA Negeri 6 Surakarta dan Universitas Gadjah Mada, ditemukan sejumlah dokumen pendukung mulai dari STTB, formulir pendaftaran, Kartu Hasil Studi, surat keterangan praktek, hingga ijazah asli.
Narasi ini beredar luas di media sosial X. Unggahan di X menarasikan bahwa hakim yang menangani kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 R menyatakan bahwa ijazah terbukti palsu.
Selasa (20/5/2025) kemarin, Jokowi sudah memenuhi pemeriksaan penyidikan di Bareskrim Polri sekaligus mengambil ijazahnya yang sebelumnya sempat diserahkan.
Seusai diperiksa penyidik Jokowi menemui awak media yang sudah menunggu di lobi Bareskrim Polri, Jakarta. Saat menemui awak media, Jokowi membawa sebuah map hitam yang disebut berisi ijazah.
Pada Selasa, 13 Mei 2025, Jokowi mengunjungi kediaman Kasmudjo. Kunjungan dilakukan di tengah isu ijazah dan skripsi Jokowi yang diragukan keasliannya.
Mencuatnya isu telah terjadi berbagai tindak kecurangan selama berlangsungnya UTBK SNBT 2025, membuat sejumlah perguruan tinggi melakukan tindakan antisipasi. Seperti yang dilakukan Universitas Gadjah Mada yaitu melalui alat tulis.
Ketiga mahasiswa itu adalah Riani Wulan Sujarrivani dari prodi S1 Ilmu Tanah angkatan 2024, Siham Hamda Zaula Mumtaza dari prodi S1 Ilmu dan Industri Peternakan angkatan 2019 dan Muhammad Rhaka Katresna dari prodi Magister Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana.
Hal tersebut disampaikan UGM seusai audiensi dengan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang meminta soal penjelasan ijazah Joko Widodo pada hari Selasa (15/4) di Fakultas Kehutanan UGM.