LANGIT7.ID-, Jakarta - - Khairun Nisa, perempuan asal Palembang yang diamankan karena menyamar sebagai
pramugari Batik Air, ditawari beasiswa dari
lembaga pendidikan awak kabin, Aeronef Academy.
Lewat akun Instagram resmi, Aeronef Academy mengajak Nisa untuk menempuh
pendidikan penerbangan yang sah dan terstruktur untuk menjadi seorang pramugari.
Baca juga: AirAsia Izinkan Pramugari Muslim Pakai Jilbab Mulai Ramadhan 2026Nisa diajak bergabung di lembaga tersebut untuk mendapatkan pendidikan pramugari tanpa biaya setelah kisahnya menjadi perhatian publik.
Diketahui, Nisa diamankan Polres
Bandara Soekarno Hatta (Soetta) karena menjadi pramugari gadungan Batik Air.
Nisa mengaku terpaksa menjadi pramugari gadungan karena tertipu oknum perekrutan yang mengakibatkan kerugian finansial.
Ia diminta membayar Rp30 juta oleh oknum yang menjanjikannya lulus menjadi seorang pramugari.
Aeronef Academy menilai cerita Nisa bisa menjadi pelajaran bagi generasi muda untuk lebih kritis pada prosedur
rekrutmen di industri penerbangan.
Baca juga: PPP Soroti Larangan Berhijab Bagi Pramugari"Beberapa waktu lalu, kita semua mendengar kisah Kak Nisa dari Palembang. Perjuangan dan semangatnya untuk membahagiakan orang tua sangat menyentuh hati. Kami di Aeronef Indonesia percaya bahwa niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat," demikian keterangan dalam unggahan Aeronef Academy, dilihat LANGIT7.ID pada Selasa (13/1/2026).
Sekolah pramugari yang berlokaasi di Pare, Kediri, Jawa Timur ini menjanjikan program belajar gratis untuk Nisa.
"Untuk itu, kami secara resmi memanggil Kak Nisa untuk mengikuti PENDIDIKAN PRAMUGARI (100% GRATIS) di Aeronef Indonesia! Kami ingin membantu Kak Nisa mewujudkan mimpi mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya dengan bekal ilmu dan sertifikasi resmi." pungkasnya.
Sebelumnya kisah Nisa viral di media sosial setelah mengenakan seragam maskapai Batik Air. Bahkan, ia berlagak layaknya pramugari dari maskapai tersebut.
Baca juga: 5 Maskapai Dalam Negeri yang Bolehkan Pramugari BerjilbabNisa yang ikut dalam penerbangan Batik Air ID7058 rute Palembang-Jakarta ini dicurigai kru kabin lain. Seraagam yang dikenakan Nisa memiliki corak yang berbeda.
Kecurigaan kru kabin kemudian dilaporkan ke Avsec Bandara Soetta untuk ditindaklanjuti.
Setelah terungkap, Nisa mengaku malu pada keluarganya karena sudah pamit untuk ikut seleksi tapi malah jadi korban penipuan.
Tak ingin mengecewakan ibunya, ia memilih berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari.
(est)