LANGIT7.ID-Surabaya; Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Kedung Tarukan, Surabaya, baru baru ini.Sejumlah kiai sepuh dari jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkunjung ke kediaman Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan forum musyawarah penting untuk memastikan Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan membawa kemaslahatan.
Katib PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir, menjelaskan bahwa forum malam itu merupakan ikhtiar kolektif para sesepuh NU.
"Pertemuan tadi malam adalah bagian dari ikhtiar bersama para kiai sepuh agar muktamar berlangsung lancar, tertib, dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Rabu.
Para kiai sepuh yang hadir, di antaranya Anwar Iskandar, Afifuddin Muhajir, Aniq Muhammadun, Sadid Jauhari, Muhibbul Aman Aly, Tonthowi Jauhari Musaddad, serta Imam Buchori Kholil, menyatakan komitmen penuh mendukung langkah Rais Aam untuk segera menggelar muktamar. Percepatan ini dinilai krusial demi menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memperkokoh soliditas organisasi.
Rapat Teknis dengan Ketum PBNUTak hanya menggelar pertemuan dengan para kiai sepuh, Rais Aam juga memanggil Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, ke kantor PBNU pada Rabu (6/5). Agenda utamanya: membahas kesiapan teknis pelaksanaan muktamar.
Dalam arahannya, Rais Aam menekankan pentingnya percepatan penyelesaian berbagai aspek teknis agar gelaran organisasi tersebut berlangsung tanpa kendala.
“Rais Aam meminta seluruh persiapan teknis segera dituntaskan sehingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dapat berjalan sesuai rencana,” kata Tajul.
Tajul menambahkan, Rais Aam mengusulkan agar Muktamar ke-35 NU digelar pada 1–5 Agustus 2026. Usulan tersebut telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum PBNU.
Dengan sederet konsolidasi ini, NU menunjukkan kesiapannya menyongsong babak baru kepemimpinan organisasi melalui muktamar yang tertib, matang, dan penuh keberkahan(*/saf/ant)
(lam)