LANGIT7.ID, Jakarta - World Health Organization menyerukan kepada para pemimpin dan warga dunia untuk dengan berani mengakui dan mengatasi ketidaksetaraan yang menghambat kemajuan dalam mengakhiri AIDS.
WHO juga meminta agar ada penyetarakan akses ke layanan HIV esensial terutama untuk anak-anak dan populasi kunci serta pasangannya.
Berikut 3 pesan WHO untuk World AIDS Day kali ini, diantaranya:
Baca juga: Capaian Eliminasi HIV AIDS di Indonesia Masih Jauh dari TargetPerbarui komitmen untuk mengakhiri HIVKetidaksetaraan dan tantangan ekonomi, sosial, budaya dan hukum yang terus-menerus ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 dan krisis global lainnya membutuhkan upaya baru untuk mempertahankan visibilitas HIV dan mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat.
Fokus pada kesetaraanKetidaksetaraan masih bertahan untuk layanan paling dasar seperti pengujian dan pengobatan. Maka itu, Anda harus memastikan bahwa setiap orang, di mana pun memiliki akses yang sama terhadap pencegahan, tes, pengobatan dan perawatan HIV.
Layanan kesehatan harus diadaptasi untuk menjangkau dan memenuhi kebutuhan populasi yang paling berisiko dan terkena dampak, dan ini termasuk penerapan kebijakan 'tanpa toleransi' terhadap stigma dan diskriminasi di semua layanan kesehatan.
Tes lakmus eliminasi (Anak-anak dan populasi kunci)WHO merekomendasikan fokus baru pada populasi yang tertinggal dalam tanggapan global terhadap HIV dan AIDS.
Hanya 52 persen anak yang hidup dengan HIV yang menjalani pengobatan untuk menyelamatkan jiwa. Jika Anda dapat menunjukkan kemajuan dalam mengakhiri infeksi baru di antara anak-anak dan memastikan semua menggunakan antiretroviral (ARV) yang berkualitas, tentunya terdapat harapan yang lebih besar dan dapat memastikan komitmen politik yang lebih besar untuk mengakhiri AIDS di semua populasi pada tahun 2030.
Baca juga: Upaya Pencegahan Penularan HIV Ibu ke Anak Belum MaksimalSecara global, 70 persen infeksi HIV baru terjadi pada orang-orang yang terpinggirkan dan sering dikriminalisasi. Maka itu, Anda hanya dapat mengakhiri AIDS dengan meningkatkan layanan HIV dan menghilangkan hambatan struktural da stigma serta diskriminasi terhadap populasi kunci di setiap negara.
(sof)