LANGIT7.ID-, Jakarta- - WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengumumkan telah berhasil menghubungi kembali staf mereka di rumah sakit Gaza Utara yang sedang dikepung. Laporan mengejutkan menyebutkan tiga petugas kesehatan mengalami luka-luka dan 44 lainnya ditahan.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui akun X-nya pada Jumat malam mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Kamal Adwan, satu-satunya fasilitas kesehatan yang masih beroperasi di Gaza Utara, "masih dalam pengepungan, namun kami berhasil berkomunikasi dengan staf di sana."
Baca juga:
Rumah Sakit Gaza Utara Dikepung, WHO Kehilangan Kontak dengan Tim MedisKementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu Rumah Sakit Kamal Adwan di kamp Jabalia. Serangan tersebut menewaskan dua anak dan ratusan staf, pasien, serta pengungsi ditahan selama operasi tersebut.
Pihak militer Israel menyatakan pasukan mereka memang beroperasi di sekitar Kamal Adwan, tetapi "tidak mengetahui adanya tembakan langsung dan serangan di area rumah sakit."
WHO sebelumnya kehilangan kontak dengan staf rumah sakit pada Jumat siang. Tedros menggambarkan situasi ini sebagai "sangat mengkhawatirkan" dalam unggahan sebelumnya di X.
WHO dan mitranya berhasil mencapai rumah sakit pada Rabu malam dan mengevakuasi 23 pasien serta 26 pendamping ke Rumah Sakit Al-Shifa. "Rumah Sakit Kamal Adwan dipenuhi hampir 200 pasien dengan kasus trauma mengerikan. Ratusan orang juga mencari perlindungan di sana," kata Tedros.
Dalam unggahan keduanya, Tedros menegaskan bahwa "sekitar 600 pasien, petugas kesehatan, dan warga sipil saat ini berlindung di rumah sakit." Pengepungan dan serangan terhadap petugas kesehatan terjadi beberapa jam setelah misi WHO memberikan pasokan penting dan mengevakuasi pasien kritis ke Rumah Sakit Al-Shifa.
"Kami mendesak agar rumah sakit, petugas kesehatan, dan pasien dilindungi. Hentikan perang!" serunya.
(lam)