LANGIT7.ID-, Jakarta - - Nama Josepha Alexandra Siswi mendadak ramai diperbincangkan publik. Siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak itu menjadi sorotan setelah mengikuti
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar
MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Perhatian masyarakat tertuju kepadanya setelah insiden
kontroversial terjadi dalam perlombaan. Saat sesi pertanyaan rebutan berlangsung, Josepha memberikan jawaban yang dinilai tepat, namun juri justru menyatakan jawabannya keliru.
Baca juga: Soal Polemik Lomba Cerdas Cermat, MPR Minta Maaf: Juri dan MC DinonaktikanMerasa dirugikan, Josepha langsung menyampaikan
protes dengan tegas untuk mempertahankan jawabannya yang diyakini benar.
Aksi berani Josepha langsung mendapat dukungan publik. Bahkan, usai polemik tersebut viral, Josepha diundang datang ke MPR RI pada Selasa (12/5/2026) kemarin.
Ketua Komisi III DPR Rifqinizamy Karsayuda menyampaikan rencananya untuk memberikan
beasiswa pendidikan S1 di China kepada Josepha.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rifqi mengatakan bahwa Josepha akan memperoleh kesempatan menempuh kuliah secara gratis di China.
"Josepha akan abang berikan beasiswa kuliah gratis di China," ujar Rifqi seperti dikutip dari akun facebook pribadinya, dilihat Rabu (13/5/2026).
Tak hanya beasiswa, alumni SMAN 1 Pontianak itu juga menjanjikan peluang bagi Josepha untuk bekerja untuk di perusahaan multinasional setelah menyelesaikan pendidikannya di China.
Baca juga: Penilaian Tidak Fair, Juri LCC MPR Kena Sentil Habib Jafar dan Fiersa Besari"Dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," kata Rifqi.
Ia mengaku bangga dengan sikap Josepha yang dinilainya telah membawa nama baik SMA Negeri 1 Pontianak hingga dikenal luas di tingkat nasional.
Rifqi juga menyampaikan bahwa peristiwa tersebut dapat dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak.
Ia menilai perhatian publik yang muncul dari kejadian itu menunjukkan besarnya dukungan terhadap keberanian dan ketegasan Josepha.
"Abang bangga dengan Josepha telah menjadi dutanya SMA 1 Pontianak yang sekarang sudah menasional dengan peristiwa ini. Kita ambil hikmahnya peristiwa ini," ungkap Rifqi.
Baca juga: Aturan Sudah Jelas, Tapi Pesantren Masih Kena PBB, Ini Sorotan Wakil Ketua MPR RITerkait polemik penilaian dalam lomba tersebut, Rifqi menyampaikan permintaan maaf kepada Josepha beserta timnya. Ia menegaskan bahwa MPR RI akan memberikan klarifikasi resmi atas kekeliruan penilaian.
"Nanti secara institusi, MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf," tutup Rifqi.
(est)