Di tengah menjamurnya berbagai faksi dan organisasi dakwah, klaim sepihak atas kebenaran sering kali memicu perpecahan. Menelusuri kembali makna sejati jamaah kaum muslimin agar tak terjebak fanatisme.
Di tengah banjir informasi keagamaan, terselip peringatan lama dari lisan Nabi tentang sosok dai yang menyeru ke jurang api. Mereka bukan orang asing, melainkan bagian dari kita yang berbicara dengan lisan kita sendiri.
Kepulangan Musa dari Madyan ke Mesir berubah menjadi peristiwa sakral di Lembah Thuwa. Di sana, ia tidak hanya menerima identitas baru sebagai rasul, tetapi juga landasan ideologis untuk menumbangkan tirani.
Tahun ke-10 kenabian menjadi ujian terberat bagi Rasulullah. Di tengah duka mendalam dan tekanan Quraisy, pelarian ke Thaif justru berujung penolakan kasar, menyisakan luka fisik namun melahirkan puncak keluhuran budi.
Di tengah suasana Ramadhan yang sarat refleksi, sebuah pertanyaan besar mengemuka, apa sebenarnya makna kesejahteraan? Apakah sekadar angka statistik ekonomi, atau sesuatu yang lebih dalam dari itu?.
Pemerintah telah lama mencanangkan visi Indonesia Emas 2045, sebuah cita-cita besar tentang Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. Tetapi pertanyaannya sederhana sekaligus berat, apakah cita-cita itu benar-benar bisa tercapai?
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Noorhaidi Hasan, menyampaikan refleksi mendalam tentang hubungan antara spiritualitas Ramadhan, etika pribadi, dan tantangan dunia akademik Indonesia di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta.
Dunia saat ini sedang memasuki babak disrupsi baru yang lebih kompleks. Jika sebelumnya manusia menghadapi perubahan besar akibat pandemi dan perubahan iklim, kini tantangan lain muncul berupa konflik geopolitik dan perang tarif global.
Dalam konteks itu, budayawan Irfan Afifi menilai bahwa proses Islamisasi di Jawa pada masa awal justru menekankan kedalaman spiritual dan kemanusiaan, bukan sekadar aspek hukum formal.
Menurut Salim A Fillah, konsep resonansi menjadi kunci penting dalam memahami bagaimana Islam berkembang di Jawa. Berbicara resonansi berarti ada kesamaan frekuensi yang kemudian dimanfaatkan untuk menjadi satu energi dalam membangun kebersamaan. Inilah yang ditempuh oleh para Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa, ujarnya.
Direktur Penelitian Universitas Gadjah Mada, Mirwan Ushada, menegaskan bahwa riset dan inovasi tidak semestinya hanya ditujukan untuk kepentingan individu atau bangsa semata, tetapi juga harus memberi manfaat luas bagi manusia, makhluk hidup, dan lingkungan.
Dalam ceramah bertajuk Masa Depan Bangsa di Piring Anak: Menyelamatkan Generasi dari Stunting, ia menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan persoalan masa depan bangsa.
Dalam ceramah bertajuk Peran Civil Society dan Gerakan Islam dalam Penegakan Supremasi Hukum, ia mengajak umat Islam melihat kembali hubungan antara nilai-nilai Islam, masyarakat sipil, dan cita-cita keadilan dalam kehidupan bernegara.