UAS mengapresiasi inisatif kehadiran GNAI. Dia berharap gerakan ini dapat menjadi garda terdepan melindungi umat dari pendangkalan akidah dan kebencian kepada dakwah Islam.
Sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah kurban, ada berbagai cara yang dapat ditempuh seorang muslim dalam melaksanakan kurban, yaitu berserikat atau patungan.
Ustadz Abdul Somad (UAS) mengaku mengidolakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari. Hal itu dibuktikan dengan penelitian dalam disertasinya, tentang kiprah KH Hasyim Asyari di bidang hadits saat studi doktoral di Oumdurman Islamic University (OIU) Sudan.
Baru-baru ini, ada seorang jemaah yang bertanya kepada UAS perihal perbedaan waktu Idul Adha 1443 H di Arab Saudi dan Indonesia. Sontak, UAS menjawab dengan gaya khasnya.
Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Hanan Attaki berkolaborasi mengembangkan pendidikan pesantren di Tanah Air. Kolaborasi itu berupa kerja sama pembangunan dan pengembangan Pesan-Trend milik Ustadz Hanan Attaki dan Pesantren Nurul Azhar milik UAS.
Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan, Rasulullah SAW selalu berdoa kepada Allah agar menjadikan hari terbaik adalah hari terakhir dalam hidupnya. Hari terakhir itu adalah hari kematian seseorang.
Tabligh Akbar Ustadz Prof Dr H Abdul Somad Batubara, Lc, D.E.S.A., PhD di Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Jumat malam (20/5/2022) jadi lautan manusia.
Menurut Dade, alasan Singapura menolak kedatangan UAS karena ekstremis tidak berdasar. Dade menekankan, pemerintah harus bersikap tegas untuk minta penjelasan dan menyampaikan protes kepada pemerintah Singapura.
Ustadz Abdul Somad (UAS) menyebut Singapura merupakan bagian dari kampung halamannya. Hal itu membuat dia tak bisa kapok untuk berkunjung ke negara tersebut.
Siapa sangka jika Ustaz Abdul Somad (UAS) merupakan seorang profesor. Dia mendapatkan gelar Profesor Pelawat atau Visitor Professor dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam pada Januari 2020.