Sektor industri Indonesia terus melemah dan hanya tumbuh 4,5 persen hingga kuartal II 2026. Didik J Rachbini menilai target ekonomi 7-8 persen sulit tercapai tanpa perubahan kebijakan industri, terlebih RAPBN 2027 dinilai belum memberi dorongan kuat bagi sektor produktif.
Dalam situasi seperti ini dimana ada masalah daya beli (konsumsi lemah), kebijakan ekonomi harus inovatif dan terus mencari alternatif. Tidak bisa pemerintah bertahan hanya dengan kebijakan sosial yang inward looking dan menghabiskan dana pajak dan apbn secara kurang atau bahkan tidak produktif.
Prabowo ingin pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi negeri. Didik J Rachbini mengulas jalan mewujudkannya, mulai wajib belajar 15 tahun, evaluasi jalur mandiri PTN hingga relokasi anggaran pendidikan Rp769 triliun.
Obligasi Daerah Jakarta menuai kontroversi! Ekonom Didik J. Rachbini menyoroti risiko gagal bayar, pemborosan APBD, dan utang pemerintah yang dinilai membebani APBN.
Prof Didik J Rachbini mendorong NU kembali menguatkan modernisasi pesantren. Dari pendidikan hingga ekonomi, teknologi, pangan, dan SDM, pesantren dinilai harus menjadi motor perubahan Indonesia.
Ekonom Senior Didik J. Rachbini memprediksi rupiah masih tertekan hingga lima tahun ke depan. Apa penyebabnya? Simak masalah struktural ekonomi, cadangan devisa, impor, investasi, dan strategi yang dinilai bisa memperkuat rupiah.
Kasus PMB jalur mandiri Unsoed memicu sorotan tajam! Sistem penerimaan mahasiswa baru PTN dinilai rawan manipulasi, pungutan, dan penyelewengan. Perlukah jalur mandiri dihentikan?
Renungan kemerdekaan ke-81 RI menyoroti erosi negara hukum, lemahnya checks and balances, dominasi eksekutif, hingga ancaman korupsi terhadap demokrasi Indonesia.
Ekonomi Indonesia menghadapi ujian besar: kelas menengah menyusut, tabungan tergerus, dan ketimpangan melebar. Prof Didik J Rachbini mengungkap jalan menuju pertumbuhan 6-7%.
Ekonom Didik J Rachbini menilai Indonesia sulit mengejar pertumbuhan 7-8 persen jika tetap inward looking. Perubahan menuju kebijakan outward looking dan orientasi ekspor dinilai menjadi kunci.
Prof. Didik J. Rachbini menilai konflik Polri dan Kejaksaan serta dugaan korupsi berdampak pada kepastian hukum, iklim investasi, dan target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Prof Didik J. Rachbini menilai kebijakan penerimaan mahasiswa baru PTN yang terus meningkat mengancam keberlangsungan PTS. Ia meminta pemerintah menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adil.
PMI manufaktur Indonesia turun ke 46,9 pada Juni 2026. Prof. Didik J. Rachbini menilai sektor industri masuk zona bahaya dan membandingkan strategi industrialisasi Vietnam yang sukses.