Prof Didik J Rachbini mendorong NU kembali menguatkan modernisasi pesantren. Dari pendidikan hingga ekonomi, teknologi, pangan, dan SDM, pesantren dinilai harus menjadi motor perubahan Indonesia.
Ekonom Senior Didik J. Rachbini memprediksi rupiah masih tertekan hingga lima tahun ke depan. Apa penyebabnya? Simak masalah struktural ekonomi, cadangan devisa, impor, investasi, dan strategi yang dinilai bisa memperkuat rupiah.
Kasus PMB jalur mandiri Unsoed memicu sorotan tajam! Sistem penerimaan mahasiswa baru PTN dinilai rawan manipulasi, pungutan, dan penyelewengan. Perlukah jalur mandiri dihentikan?
Renungan kemerdekaan ke-81 RI menyoroti erosi negara hukum, lemahnya checks and balances, dominasi eksekutif, hingga ancaman korupsi terhadap demokrasi Indonesia.
Ekonomi Indonesia menghadapi ujian besar: kelas menengah menyusut, tabungan tergerus, dan ketimpangan melebar. Prof Didik J Rachbini mengungkap jalan menuju pertumbuhan 6-7%.
Ekonom Didik J Rachbini menilai Indonesia sulit mengejar pertumbuhan 7-8 persen jika tetap inward looking. Perubahan menuju kebijakan outward looking dan orientasi ekspor dinilai menjadi kunci.
Prof. Didik J. Rachbini menilai konflik Polri dan Kejaksaan serta dugaan korupsi berdampak pada kepastian hukum, iklim investasi, dan target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Prof Didik J. Rachbini menilai kebijakan penerimaan mahasiswa baru PTN yang terus meningkat mengancam keberlangsungan PTS. Ia meminta pemerintah menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adil.
PMI manufaktur Indonesia turun ke 46,9 pada Juni 2026. Prof. Didik J. Rachbini menilai sektor industri masuk zona bahaya dan membandingkan strategi industrialisasi Vietnam yang sukses.
Prof Didik J. Rachbini mengulas disertasi Yusril Ihza Mahendra tentang pemikiran Mohammad Natsir, relasi Islam dan negara, serta pentingnya intelektualitas dalam kepemimpinan politik Indonesia.
INDEF menilai kekayaan sumber daya alam Indonesia hanya akan menjadi berkah jika didukung tata kelola yang baik, kelembagaan kuat, dan sistem politik ekonomi yang transparan.
Prof Didik J Rachbini menilai safari politik Jokowi berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan iklim ekonomi Indonesia, termasuk kepercayaan investor, pasar modal, dan dunia usaha menuju 2029.
Ekonom senior Didik J. Rachbini menilai disiplin fiskal Indonesia masih terjaga di tengah kritik terhadap pemerintah. Ia mengapresiasi perbaikan ekonomi, penguatan rupiah dan IHSG, serta mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan pasar dan tata kelola fiskal.