Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 01 Juli 2026
home global news detail berita

INDEF: Kekayaan SDA Indonesia Bisa Membawa Berkah atau Malah Jadi Kutukan, Semua Tergantung Tata Kelolanya

nabil Selasa, 30 Juni 2026 - 23:23 WIB
INDEF: Kekayaan SDA Indonesia Bisa Membawa Berkah atau Malah Jadi Kutukan, Semua Tergantung Tata Kelolanya
LANGIT7.ID- Jakarta; Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) menilai kekayaan sumber daya alam (SDA) memang sangat melimpah, tetapi apakah kekayaan itu akan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat, semuanya sangat bergantung pada kualitas tata kelola, kelembagaan, dan sistem politik ekonomi yang diterapkan suatu negara.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik INDEF bertajuk Sumber Daya Alam: Berkah atau Kutukan? yang digelar di Jakarta, Senin (29/6). Diskusi tersebut mengulas dinamika pengelolaan SDA, fenomena resource curse atau kutukan sumber daya alam, hingga tantangan membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah agenda hilirisasi industri, transisi energi, serta ekonomi hijau.

Ekonom Senior INDEF Prof Didik J. Rachbini mengatakan keberadaan SDA pada dasarnya bersifat netral. Menurutnya, kekayaan alam dapat menjadi modal pembangunan apabila didukung kelembagaan yang kuat dan transparan, namun juga bisa berubah menjadi kutukan ketika dikelola secara keliru.

"Keberadaan SDA pada dasarnya bersifat netral. Ia dapat menjadi berkah jika dikelola dengan kelembagaan yang kuat dan transparan seperti di Australia, Kanada, atau Norwegia. Di sisi lain, dapat menjadi kutukan jika salah urus seperti di Venezuela," kata Didik dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

INDEF: Kekayaan SDA Indonesia Bisa Membawa Berkah atau Malah Jadi Kutukan, Semua Tergantung Tata Kelolanya

Didik juga menyinggung perhatian Presiden Prabowo Subianto agar kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat, bukan hanya menjadi objek eksploitasi kelompok tertentu. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang eksploitasi SDA sejak masa kolonial, ketika manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati penjajah dibanding masyarakat domestik.

Lebih lanjut, Didik menilai persoalan mendasar Indonesia berada pada tata kelola dan politik ekonomi, terutama dalam meredam praktik rent seeking.

"Ketika kelompok tertentu berburu rente ekonomi dari penguasaan SDA melalui mekanisme politik, kekayaan alam tersebut tidak lagi menjadi instrumen pembangunan nasional melainkan alat pelanggeng kekuasaan. Indonesia kini berada di persimpangan jalan, dan keberadaan check and balance dalam sistem politik serta tata kelola fiskal menjadi kunci utama agar kekayaan alam tidak bertransformasi menjadi takdir ketergantungan dan konflik kepentingan," ujarnya.(bil)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 01 Juli 2026
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:00
Ashar
15:21
Maghrib
17:53
Isya
19:07
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan