LANGIT7.ID-Jakarta; Kebijakan pemerintah memperpanjang program Bantuan Pangan pada periode Juli hingga September 2026 sering kali dikaitkan dengan indikasi lesunya daya beli masyarakat. Namun, bagi emiten produsen kemasan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), kebijakan ini justru memberikan sentimen positif bagi kelangsungan bisnis perseroan.
Direktur Utama YPAS, Irwan Susanto, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan secara masif ke masyarakat otomatis akan mengerek volume kebutuhan di rantai pasok, terutama untuk kemasan produk. Hal ini disampaikannya dalam paparan Public Expose perseroan pada Jumat (26/6/2026).
"Memperpanjang bantuan pangan karena daya beli masyarakat sedang lesu, hal ini tentu tidak berpengaruh (buruk) ke kami. Karena dengan meningkatkan bantuan pangan itu akan memerlukan suatu kemasan karung plastik, sehingga permintaan karung plastik akan meningkat. Itu akan menjadi suatu hal yang positif bagi kita," ujar dia.
Di tengah situasi pasar industri pangan yang dinamis, Irwan juga menegaskan komitmen perusahaan untuk berhati-hati dalam membebankan biaya kepada klien. Rencana perseroan untuk menaikkan harga jual di tahun 2026 dipastikan tidak akan dilakukan secara agresif.
Irwan menyadari bahwa industri karung plastik memiliki tingkat persaingan yang sangat kompetitif, sehingga penyesuaian harga jual tidak akan dijadikan opsi utama.
"Menaikkan harga jual itu bukan opsi utama. Itu harus kita sesuaikan dengan harga bahan baku dan kemudian demand pasarnya bagaimana," jelasnya.
Kejar Target 25 Persen Pasar EksporSelain mengoptimalkan pasar domestik melalui momentum tingginya kebutuhan pangan, YPAS juga agresif membidik pasar global. Tahun lalu, penjualan ekspor perseroan tercatat meroket tajam hingga 176,6 persen dan sukses menjadi salah satu penopang utama pembalikan laba perusahaan.
Tahun ini, YPAS menargetkan porsi ekspor dapat menyumbang hingga 25 persen dari total penjualan. Untuk mencapai target tersebut, Irwan membeberkan dua langkah strategis yang akan dieksekusi.
Pertama, perseroan akan memaksimalkan pasokan ke customer luar negeri yang sudah ada saat ini. Menurut Irwan, kebutuhan dari pembeli eksisting tersebut faktanya masih lebih besar dibandingkan pasokan yang bisa disuplai oleh YPAS saat ini.
"Tentu di sisi lain pun kita akan mencoba juga untuk mencari customer-customer lain di luar negeri, kemudian dengan negara ASEAN dan negara lainnya," pungkas Irwan terkait strategi ekspansi perseroan.
(lam)