LANGIT7.ID, Sumenep - Tabligh Akbar Ustaz Prof Dr H Abdul Somad Batubara, Lc, D.E.S.A., PhD di
Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Jumat malam (20/5/2022) jadi lautan manusia.
Terlihat ulama yang dijuluki Da'i sejuta
viewers itu mengenakan koko biru, sarung putih, lengkap dengan peci hitam dan sorban. Dia berceramah di hadapan ribuan jamaah. Dia berdiri di atas panggung dengan latar belakang layar besar yang memproyeksikan video acara secara langsung.
Di hadapan
Ustaz Abdul Somad (UAS) , ribuan jamaah yang terdiri dari santri Pesantren Al-Amien Prenduan dan warga sekitar duduk tertib mendengarkan ceramah. Mayoritas jamaah mengenakan pakaian putih.
"Malam ini bintang cuti, karena turun di tengah-tengah jamaah Al-Amin," seru UAS saat menyampaikan ceramah disambut meriah para jamaah.
Baca Juga: UAS Jawab Tuduhan Ekstremis dari Pemerintah Singapura
Seperti biasa, UAS menyampaikan tausiah dengan bahasa yang mudah dimengerti seluruh lapisan masyarakat. Kerap diselingi humor sehingga jamaah tak bosan. Seringpula diselingi lantunan shalawat diikuti jamaah untuk menambah semangat.
Dalam ceramahnya, UAS mengangkat tema Nabi Muhammad adalah orang kaya namun bisa hidup sederhana. Dia mencontohkan saat sang Nabi meminang Ibunda Khadijah.
"Mahar Rasulullah itu 20 unta," kata UAS. Saat ini, unta paling murah Rp50 juta. Bahkan, kata UAS, dalam buku Ensiklopedia Leadership dan Manajemen Nabi Muhammad SAW karya Dr Syafii Antonio disebutkan, mahar Rasulullah lebih dari Rp1 Miliar.
Fakta lain yang menunjukkan kesederhanaan Rasulullah adalah saat perang Badar pada 17 Ramadhan 2 H. Kaum muslimin menang dan memperoleh ghanimah 50 ribu keping uang dinar.
UAS menjelaskan, 1 keping dinar seberat 4,2 gram emas. Harga emas saat ini 1 gram sekira Rp1 juta. Jadi, 1 dinar sama dengan sekitar Rp4 juta, hitungan kasar saja. Jadi, 50 ribu keping uang dinar bisa mencapai Rp2 miliar rupiah. Itu belum termasuk ghanimah yang lain.
"Nabi Muhammad menunjukkan kesederhanaan. Beliau memilih hidup bersahaja," tutur UAS.
Baca Juga: UAS Pantang Berhenti Khotbah Meski Dianggap Ekstremis
Suatu ketika Fatimah, putri Rasulullah, mendatangi Sang Nabi. Dia mengadu soal dapur rumah tangganya dengan Ali bin Abi thalib yang jarang mengepul. Dia meminta diberikan pembantu.
"Apa kata Rasulullah, wahai Fatimah, sebelum tidur malam, bertasbihlah 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali. Tidak nyambung. Apa maknanya? walaupun kamu lelah, tapi membuat hatimu tenang karena berdzikir, insya Allah lelahmu hilang," tutur UAS.
UAS lalu menegaskan, orang yang tidak pernah berada dalam kegelapan, dia tidak pernah merasakan indahnya bintang-gemintang. Artinya, Allah Ta'ala selalu menyimpan hikmah di setiap masalah yang dihadapi manusia.
(jqf)