LANGIT7.ID, Yogyakarta - Pembukaan Tabligh Akbar bertajuk
Ojo Leren Dadi Wong Apik pada Jumat (30/9/2022) di
Masjid Jogokariyan dipadati lautan manusia. Merujuk keterangan panitia, jemaah yang hadir memeriahkan acara tersebut lebih dari 10 ribu orang.
Situasi tersebut tampak dalam tayangan video yang diunggah akun instagram Masjid Jogokariyan. Acara pembukaan berdurasi 12 jam, dari pukul 04.00-23.00. Tampak lautan manusia penuh sesak memadati jalanan di
Masjid Jogokariyan.
“Jemaah yang saya lihat dari ujung ke ujung tidak tampak ujungnya,” kata Ustadz A Fillah, salah satu pembicara dalam acara tersebut.
![Tabligh Akbar Ojo Leren Dadi Wong Apik di Jogja Dihadiri 10 Ribu Jemaah]()
Kegiatan yang akan digelar sampai 3 September 2022 itu diinisiasi beberapa komunitas, organisasi, dan lembaga di Yogyakarta. Acara ini dihelat di beberapa lokasi di Jogja. Ada Masjid Jogokariyan, Teras Dakwah, Masjid Al Aman, Masjid Al Aqsha Klaten, Masjid Jami At Taqwa Minomartani, dan Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu.
Baca Juga: Rahasia Sukses Jogokariyan: Didik Anak dan Remaja Jadi Penggerak Masjid
Kegiatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kaum muslim di Yogyakarta dalam akhlak dan ilmu agama. Ini sesuai dengan tema
Ojo Leren Dadi Wong Apik yang berarti jangan berhenti jadi orang baik.
Dalam acara itu, Ustadz Salim A Fillah menyampaikan filosofi
Ojo Leren Dadi Wong Apik. Istirahat merupakan aktivitas yang sangat nyaman dan nikmat. Akan tetapi, Imam Ahmad mengatakan, istirahat yang sesungguhnya bagi seorang muslim adalah di surga Allah Ta’ala.
“Adapun di dunia, kita berada dalam sebuah perjalanan. Perjalanan meniti sirathal mustaqim, jalan petunjuknya Allah, jalan untuk mengabdi hanya kepada Allah, karena Allah yang telah menciptakan kita, mengatur seluruh hidup kita, memberi rizki untuk kita, yang memiliki dan menguasai kita,” kata Ustadz A Fillah.
Untuk menjadi orang baik, Allah sudah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Rasulullah pun telah mencontohkan melalui sunnah-sunnahnya. Al-Qur’an dan Sunnah menjadi pedoman untuk sampai ke kehidupan hakiki di surga Allah.
Baca Juga: Ajang Muslim Life Fest 2022 Bangkitkan Ekonomi Syariah
“
Ojo Leren Dadi Wong Apik, karena itu
laku (tindakan). Dari
laku itulah kita semuanya
lumaku yang artinya berjalan. Maka para wali dulu mengajari masyarakat bahwa syariat itu adalah
laku. Berjalan di jalan yang diridhai Allah ini, maka, mari berjalan di jalan yang diridhai ALlah ini jangan pernah berhenti apapun yang terjadi,” kata Ustadz Salim.
Ada banyak mubaligh Tanah Air yang menjadi pembicara dalam acara ini. Di antaranya Ustadz Abdul Somad, Ustadz Salim A Fillah, Ustadz Lukmanul Hakim, Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah, dan Ustadz Handy Bonny.
Menariknya, acara ini berhadiah umrah gratis bagi jamaah yang menghadiri rangkaian safari dakwah
Ojo Leren Dadi Wong Apik. Caranya, cukup hadir di rangkaian tabligh akbar
Ojo Leren Dadi Wong Apik.
“Setiap sesi akan dibagikan kupon umrah, semakin sering kamu menghadiri sesi, maka semakin besar pula kesempatan menang grand prize umrahnya bersama jejak iman,” tulis akun instagram @ojolerendadiwongapikofficial.
Banyak hikmah yang bisa diambil dalam acara ini. Salah satunya, penuturan
Ustadz Abdul Somad (UAS) tentang maulid. Acara itu digelar bertepatan pada Rabi'ul Awal dalam kalender hijriyah. Bulan tersebut dipercaya sebagai bulan kelahiran Rasulullah SAW.
Baca Juga: Rekomendasi Sirah Nabawi untuk Mengenang Perjuangan Rasulullah SAW
“Maulid itu kumpulan syair-syair. Isinya apa? Isinya sejarah Nabi Muhammad SAW, puji-pujian untuk Nabi Muhammad SAW, dan doa. Maulid itu siapa yang nulis, ada yang ditulis Imam Al-Bushiri, Imam Abu Ja’far, ditulis Imam Al-Habsyi, ada maulid yang ditulis Sayyid Umar bin Hafidz, ada maulid yang ditulis Imam Ad-Diba’i,” kata UAS.
Seperti biasa, selera humor UAS tak pernah lepas saat menyampaikan tausiah. Meski tampil di sesi akhir acara, namun jamaah tak meninggalkan lokasi sampai acara selesai.
“Malam ini yang khawatir cemas jantungnya tidak normal karena khawatir turun hujan. Rupanya Allah kabulkan doanya, alhamdulillah. Ada yang khawatir dapat posisi apik, lupa bawa air minum. Alhamdulillah, ada abang kita membawakan minuman (bayar sendiri),” kata UAS.
(jqf)