LANGIT7.ID, Jakarta -
Ustadz Abdul Somad mengaku lebih pilih untuk merendah di tengah popularitasnya sebagai dai. Julukan
guru ngaji atau ustadz kampung lebih cocok untuk dirinya.
UAS sapaan akrab Ustadz Abdul Somad terus berupaya memenuhi undangan masyarakat untuk
berdoa. Di antaranya undangan anak lahiran, mentahnik, akikah, hingga undangan pernikahan masyarakat.
"Saya sering diundang masyarakat untuk berdoa ketika mereka pindah rumah misalnya, supaya setannya pergi," kata dia saat
Langit7, Selasa (23/8/2022).
Padahal, ketenarannya di media sosial tak bisa dianggap remeh. Dia mengantongi 2,89 juta subscriber YouTube dan 6,7 juta followers di Instagram.
Baca Juga: Cara Tetap Bugar ala Ustadz Abdul Somad, Terapkan Pola Islami"Saya keluar masuk hutan, itulah Abdul Somad bahwa memang saya dari dulu ditakdirkan untuk itu (dakwah). Saya belajar agama untuk mengajarkan agama kepada awalnya orang terdekat, lalu Allah memberikan lebih daripada itu sebagai bonus," ujarnya.
Menurutnya, jutaan pengikut di media sosial yang berasal dari berbagai kalangan dan daerah tidak pernah ditargetkannya. Namun, berkat keikhlasan dan perjuangan dakwahnya lah yang membuat Allah memberikan keberkahan itu.
"Saya anggap itu adalah buah dari keikhlasan, sehingga saya bisa memetik hasilnya. Wallahu a'lam," tuturnya.
Tak Menafikan PerubahanKendati demikian, Dai berusia 45 tahun ini memang tak menafikan perubahan yang dialami dalam hidupnya. Terutama terkait pergeseran aktivitas dan kegiatan dakwah yang dia lakukan.
Dulu, dia lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai seorang dosen. Dakwahnya juga dilakukan hanya di ruang lingkup dan kelompok masyarakat kecil.
Kini dengan bantuan media sosial, dakwahnya bisa lebih menjangkau banyak masyarakat, terutama umat Islam. Demi menyampaikan ajaran agama Islam, dia mengaku tak peduli kalau memang konten ceramahnya harus dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab untuk mengadu domba.
"Keinginan manusia itu sesuatu yang tak mungkin kita dapatkan. Jadi kita bicara saja, tapi yang jelas kalau kita hanya ikut tren kebanyakan orang maka bisa jadi akan menyesatkan dari jalan Allah," ungkapnya.
(bal)